Ina Bodi dan Aisyah Dirujuk ke Denpasar, BCC Lakukan Pendampingan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jubaidah (56) atau biasa disapa Ina Bodi, penderita Hipertiroid yang didiagnosa komplikasi dengan kelenjar getah bening, asal Desa Mpuri Kecamatan Madapangga, bersama Aisyah (10) yang didiagnosa RSUD Bima menderita Limfadenopati Multiple dirujuk ke RS Sanglah Denpasar melalui RSUP NTB dengan menggunakan Ambulance RSUD Bima, Rabu (11/10). (Baca. Badannya Terus Membengkak, Bocah ini Butuh Pertolongan)

Aisyah dan Ina Bodi. Foto: Yadien

Keduanya diberangkatkan menuju RS Wangaya Denpasar dalam pendampingan penuh Babuju Care Centre (BCC), Relawan Kemanusiaan Komunitas Babuju. (Baca. Aisyah Akhirnya Diberikan Pengobatan Secara Medis)

Ketua Tim Relawan Pendampingan kemanusiaan atas Ina Bodi, Fikri Muhammad ikut berangkat menuju Denpasar dengan menggunakan Bus Rasa Sayang. (Baca. 5 Tahun Sakit dan tidak Punya Uang, Ina Bodi Hanya Berobat Tradisional)

“Hasil Konsultasi Tim BCC Bali dengan pihak RS Wangaya, besar Kemungkinan Ina Bodi akan menjalani Kemoterapi,” ujarnya.

Sementara itu, Yoga, Ketua Tim Relawan yang mendampingi Aisyah menyatakan, Aisyah mendapatkan Pendampingan penuh dari BCC selama penanganan medis dilakukan.

“Kita akan terus dampingi hingga dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang oleh pihak RS,” ujar Yoga disela-sela pemberangkatan Aisyah dengan Ambulance RSUD Bima.

Ina Bodi dan Aisyah adalah warga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Penanganan medis kedua pasien ini menggunakan BPJS kelas III. BCC memutuskan untuk melakukan pendampingan penuh atas Aisyah dan Ina Bodi karena berbagai pertimbangan.

BBC mendapingi Aisyah saat ingin dibawa ke Denpasar. Foto: Dok. BBC

Yang utama seperti kedua pasien ini telah berupaya maksimal untuk mendapatkan hak pelayanan kesehatan dasar. Karena keterbatasan biaya hidup atau ekonomi, penanganan medis tidak tuntas. Kali

“Insya Allah kali ini akan kami dampingi hingga tuntas,” jelas Rangga Babuju, Penanggungjawab penuh BCC.

Berdasarkan perkiraan hasil konsultasi yang dilakukan Tim BCC dengan Dokter dan pihak RS Wangaya dan RS Sanglah, kedua pasien ini akan mendapatkan penanganan hingga diperbolehkan pulang. Paling cepat 4 bulan perawatan dan penanganan.

Beban biaya hidup dan biaya lain yang dibutuhkan oleh pasien dan pendamping kedua pasien ini selama di Bali, diambil dari Dana Donasi Dompet Peduli Kemanusiaan BABUJU yang digalang beberapa hari terakhir. Disamping itu, BCC bermitra dengan Komunitas MECI ANGI Bima-Dompu di Bali dan POSKO BERSAMA (Relawan Kemanusiaan) NTB.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *