46 Mahasiswi Akbid Surya Mandiri Bima Ikut Uji Kompetensi Kebidanan

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 46 alumni mahasiswi Akbid Surya Mandiri Bima mengikuti uji kompetensi kebidanan di aula gedung Akbid Harapan Bunda Bima. Kegiatan tersebut juga diikuti 108 alumni dari kampus dan sekolah tinggi kesehatan, baik di Bima maupun di luar Bima.

Mahasiswa Akbid Surya Mandiri Bima Foto bersama dengan para dosen. Foto: Dok Akbid Surya Mandiri Bima

“46 alumni kami telah mengikuti seluruh rangkaian proses ujian. Sekarang menunggu hasil yang direncanakan awal bulan November ditayangkan secara online,” ujar Direktur Akbid Surya Mandiri Bima, Saraswati Haylian Chiani, Sabtu (21/10).

Dijelaskan Lian, begitu ia biasa disapa, setelah mengikuti rangkaian tes. Pihaknya optimis alumninya bisa lulus mencapai 100 persen. Mengingat sebelum uji kompetensi, jajaran kampus setempat terlebih dahulu menggelar berbagai persiapan. Seperti pembekalan materi, kemudian try out soal ujian tahun sebelumnya, dan pembahasan kembali hasil try out.

Lian menuturkan, dengan banyaknya alumnus kampus setempat yang mengikuti uji kompetensi dan sebagian telah dinyatakan lulus. Maka dipastikan mahasiswi Akbid Surya Mandiri Bima, terus menyumbang jumlah tenaga kesehatan yang telah memenuhi standar kebidanan melalui uji komptensi.

“Bagi yang telah dinyatakan lulus, secepatnya pihak kampus akan menerbitkan Sertifikat Kompetensi (Serkom). Kemudian Serkom diajukan ke Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) NTB untuk diterbitkan Surat Tanda Register (STR),” jelasnya.

Bila STR ini telah dimiliki sambungnya, peserta yang telah mengikuti ujian diharapkan mampu bekerja, baik di instansi pemerintahan dan juga mandiri sebagai tenaga kesehatan.

“Kabar baik bagi alumnus Akbdi Surya Mandiri Bima, alumnus yang telah mendapatkan STR tahun lalu ada yang telah bekerja di luar negeri, yaitu di Taiwan,” ungkapnya.

Bahkan ditahun ini, pihak kampus kini berupaya menjalin komunikasi dengan salah satu perusahaan resmi di bidang kesehatan di Jakarta. Terkait pengiriman tenaga medis, untuk bekerja di rumah sakit dalam melayani pasien di Negara Jepang dan Korea.

“Semoga kerjasama ini bisa terwujud dengan baik, dan alumni yang telah memiliki STR bisa terakomodir,” pintanya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *