Meski Jaringan Internet Terbatas, SMKN 4 Bima Optimis Bisa Gelar UNBK

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bertempat di daerah pesisir dan terkendala jaringan internet, ternyata tidak menurunkan niat dan semangat SMKN 4 Bima untuk menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Siswa SMKN 4 Langgudu saat simulasi UNBK. Foto: Dok SMKN 4 Langudu

Ujian tersebut tentu akan menjadi sebuah terobosan baru untuk sekolah yang berada di Kecamatan Langgudu itu. Mengingat selama berdiri 14 tahun silam , belum pernah dilakukan ujian berbasis komputer.

“Sekolah kami berada di kaki gunung dan pinggir laut. Jadi jaringan internet sangat susah. Bahkan bisa dibilang hampir tidak ada. Tapi kami optimis dapat menggelar UNBK,” ungkap Kepala SMKN 4 Bima Edy Salkam, Selasa (6/2).

Guna menunjang proses UNBK tersebut, sarana dan prasarana telah mulai dipersiapkan. Mulai dari peralatan perangkat komputer, server dan jaringan. Kendala jaringan telah disiasati dengan menggunakan jaringan GSM berpaket data. Teknisi yang akan memasang antena khusus untuk mengamankan jaringan saat UNBK nanti juga telah disiapkan.

Ditanya kekuatiran akan sibuknya jaringan saat online serentak nanti, Edy mengaku hanya memikirkan hal terbaik saja. Rencana cadangan sedang disiapkan oleh teknis, namun diyakininya akan sukses saat pelaksanaan nanti.

“Yang jelas antisipasi hal itu telah dilakukan dengan simulasi UNBK pekan kemarin. Semuanya pun berjalan lancar. Bahkan siswa bersemangat sekali karena pertama kalinya kami menggelar UNBK,” kata mantan guru SMAN 1 Kota Bima itu.

Ia menambahkan, jumlah siswa yang akan mengikuti UNBK sebanyak 104 orang, dari lima jurusan. Masing-masing Agri Bisnis Perikanan, Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Agro Bisnis Ternak Ruminansia, Teknik Komputer dan Jaringan serta Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *