Daging Tumbuh Disekujur Tubuh, Setiap Hari Intan Mengerang Kesakitan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sudah 8 bulan, Intan Aqidah warga RT 08 Desa Timu Kecamatan Bolo terbaring dengan rasa sakit yang setiap hari dirasa. Selain perutnya yang kian membesar, di beberapa bagian tubuh Intan muncul daging tumbuh yang membuatnya merasa sangat menderita.

Intan terbaring dengan sakit disekujur tubuh. Foto: Yadien

Ibu Kandung Intan, Nuraini mengatakan, sebelum perutnya membesar seperti ini. Intan pernah menjalani operasi daging tumbuh pada bagian ujung paha di RSUD Bima. Namun ujian kembali hadir dalam bentuk penyakit lain yakni perutnya membesar.

Saat Intan melawan rasa sakit itu, penyakit daging tumbuh kambuh lagi dan menyebar di bagian tubuh lainnya seperti di ketiak, paha dan leher.

“Intan mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa dan kadang berteriak histeris,” ujarnya, Rabu (7/2).

Diakui Nuraini, upaya pengobatan sudah sering kali dilakukan. Mulai dari klinik, RSUD Bima, hingga pernah dirawat inap di RSUD Dompu. Oleh banyak orang, anaknya disarankan agar berobat ke rumah sakit Mataram. Namun keterbatasan ekonomi membuatnya tidak berbuat banyak. Karena biaya berobat yang tidak ada, kini Intan hanya dirawat dan diobati dengan cara pengobatan tradisional.

Suami Intan, Aqidah mengatakan, keinginannya untuk mengobati Intan ke rumah sakit Mataram begitu besar. Namun uang telah habis untuk mengobati Intan di beberapa klinik dan rumah sakit di Bima.

“Sekarang saya berharap ada keajaiban dari Allah SWT,” pintanya.

Aqidah menyampaikan, jika ada orang yang berkenan membantu keluarganya agar istrinya bisa berobat ke rumah sakit Mataram, dirinya sangat berterimakasih. Sebab, rasa pilu dan sedih acapkali hadir bila melihat keadaan istrinya.

Selasa kemarin sambungnya, keluarga dan tetangga sudah membacakan Yasin untuk Intan, karena melihat keadaannya yang sudah sangat memperihatikan.

“Semoga Allah memberikan kesempatan hidup untuk istri saya,” harapnya.

Kepala Desa Timu, Arsyad Djamaludin mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan agar Intan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saat ini, pihaknya sedang membuat proposal untuk disampaikan ke Bupati Bima.

“Secara pribadi saya telah membantu Intan walaupun tidak banyak,” katanya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *