Iming-Iming Proyek, Kasek di Bolo Diduga Pungut Uang Disejumlah Sekolah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala SDN Nggembe Yasin diduga mengambil sejumlah uang dengan iming-iming memberikan proyek kepada sejumlah kepala sekolah di Kecamatan Woha. Setiap sekolah dipungut uang sebesar Rp 2 juta.

Kepala SD Inpres Rabakodo Hasan. Foto: Yadien

Kepala SD Inpres Rabakodo Hasan mengungkapkan, Yasin mengambil uang disejumlah sekolah sekitar tahun 2012 lalu di sebuah kebun di Desa Pandai.

“Yasin waktu itu mengambil uang sekitar 10 sekolah di Kecamatan Woha,” ungkapnya, Selasa (20/2).

Kata Hasan, waktu itu dirinya masih menjabat sebagai kepala SDN  Donggo Bolo. 10 sekolah yang dipungut uang tersebut diantaranya, SDN Donggo Bolo yang dipimpinya, SDN Pandai dan SD Inpres Pandai.

“Itu waktu 2012, sekarang kepala sekolahya udah diganti semua,” bebernya.

Namun kata Hasan, sampai sekarang proyek sebagaimana yang dijanjikan Yasin tidak kunjung terealisasi. Padahal sudah berkali-kali ia menanyakannya. Untuk itu, ia meminta Yasin untuk mengembalikan uang tersebut jika proyeknya tidak ada.

“Kalau tidak, kami akan lapor polisi,” ancamnya.

Sementara itu, Yasin yang dikonfirmasi membantah tudingan tersebut. Menurutnya, dia tidak pernah mengambil dan mengumpulkan uang dari manapun untuk urusan proyek.

“Saya tidak tahu, tidak tahu juga sejumlah sekolah yang disebutkan Hasan,” bantahnya.

Kata Yasin, dia tidak punya kapasitas untuk mengumpulkan uang dari sekolah manapun. Karena pada tahun 2012 lalu, dia menjabat sebagai bendahara SDN Nggembe.

“Uang itu mau saya kasih siapa?” tanyanya.

Dia menambahkan, jika untuk membantu buat proposal memang benar. Tapi mengambil uang  ke sejumlah sekolah, dirinya sama sekali tidak tahu.

“Waktu itu yang tangani proyek yaitu Bidang Dikdas Dikpora,” ketusnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *