Media Mainstream Diharapkan Menjadi Penyeimbang Informasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Di tengah bertebarannya berita dan informasi hoax, media mainstream diharapkan mampu mengerem dan menjadi penyeimbang informasi. Disisi lain masyarakat juga harus cerdas menyikapi berita dan informasi dengan membaca berita dari sumber media yang kredibel.

Khairudin M Ali. Foto: Khair (Facebook)air

Harapan ini disampaikan Tokoh Pers Bima Khairudin M Ali yang juga Dewan Kehormatan PWI NTB saat mengisi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang upaya mengatasi maraknya ujaran kebencian dan berita hoax guna mewujudkan Pilkada Damai 2018 di Hotel Kalaki Beach akhir pekan lalu.

Menurut Khairudin, media massa berpotensi terpapar hoax jika tidak menaati etika jurnalistik. Oleh karena itu,  media mainstream diharapkan mampu mengerem dan menjadi penyeimbang informasi.

“Hoax sangat berbahaya karena tidak sesuai fakta. Dalam konteks Pilkada yang terpenting bagi masyarakat adalah mempelajari visi dan misi para calon dan pilih sesuai hati nurani,” ingatnya dikutip dari siaran pers Diskominfostik Kabupaten Bima.

Hal senada juga disampaikan Akademisi Hukum dari Unram Lubis. Menurutnya, hoax dapat muncul melalui pemberitaan media sosial dan elektronik. Ujaran kebencian dan hoax dapat dijerat pidana karena sudah diatur dalam UU.

Karena itu ingatnya, jika ada ucapan yang menyangkut martabat seseorang maka akan diancam hukuman sebagaimana diatur dalam KUHP. “Kedua konten ini juga bisa merusak upaya menciptakan Pilkada damai, maka harus dijauhi,” harapnya.

*Kahaba-03

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *