61 Persen Netizen Tidak Puas Dengan Jalan 1 Arah

Kota Bima, Kahaba.- Setelah diterapkan tahun 2018, penggunaan jalan 1 arah di Kota Bima tidak sepenuhnya dipatuhi oleh pengendara. Apalagi setelah 2 jembatan di jalan protokol dibongkar, arus lalu lintas kian runyam dan semakin susah diatur.

Mobil Polisi saat menghalau pengendara yang melanggar jalur. Foto: Bin

Meski di jam kerja petugas tetap siaga mengatur, tetap saja ditemukan pengendara yang melabrak. Apalagi jika petugas seperti dari Dinas Perhubungan Kota Bima tidak berada di lokasi, wara-wiri kendaraan sungguh tak mencerminkan ketaatan terhadap aturan berlalu lintas.

Karena sejumlah pertimbangan, soal jalan 1 arah pernah disorot oleh Pimpinan DPRD Kota Bima Sudirman DJ. Menurut dia, jalur tersebut harus dikembalikan. 1 arah lebih banyak mudharatnya. Seperti, pedagang banyak yang merugi, orang tua banyak yang harus memutar lebih jauh saat mengantar anak sekolah, karena kurangnya jalan alternatif.

Sorotan dari Sudirman DJ pun akhirnya ditanggapi oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima H Julkifli. Kata dia, jalur tersebut sudah tidak bisa dikembalikan. Melainkan dicarikan solusi lain agar pengguna jalan tetap patuh berlalu lintas. Seperti, membuat jalan alternatif dan tetap dilakukan penjagaan dari petugas terkait.

Lagi pula sambung Julkifli, cukup terganggunya penggunaan 1 arah karena 2 jembatan dibongkar. Jika nanti jembatan sudah bisa diaktifkan kembali, maka penggunaan 1 arah tersebut akan berjalan dengan baik.

Baru – baru ini, atau tepatnya tanggal 19 Juli 2018 Kahaba.net menerbitkan jajak pendapat untuk pembaca di fanspage. Meminta pendapat dari netizen, soal penggunaan jalan 1 arah yang beberapa pekan terakhir sering dibicarakan.

Jajak pendapat pembaca itu menuliskan “Pemkot Bima menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem jalan 1 arah. Sejauh ini, puaskah pembaca dengan pemberlakuan sistem satu arah tersebut?” di bagian bawah, pembaca juga diarahkan untuk memilih opsi. Kemudian diminta untuk menuliskan pendapat terkait opsi yang dipilih di kolom komentar.

Hasil jajak pendapat soal jalan 1 arah. Foto: Ist

Hasil dari jajak pendapat yang ditayangkan sekitar 10 hari tersebut, sebanyak 61 persen pembaca menyatakan tidak puas dengan beragam pendapat. Sementara sisanya atau 39 persen pembaca mengaku puas, pun dengan sudut pandang mereka dalam kolom komentar. Tidak hanya itu, jajak pendapat tersebut dijangkau sebanyak 4.275 pembaca, dikomentar oleh 69 pembaca dan dibagikan sebanyak 11 kali.

Beberapa pendapat tidak puas karena penerapan jalan 1 arah yang tertera dalam kolom komentar, seperti disampaikan oleh pemilik akun bernama Syukran K-ran “Sangat sangat sangat tidak puas. Penggunaan 1 jalur yang tidak efektif. Kota bima bukan termasuk kota yang macet. Masyarakat harus mutar jauh untuk menyampai suatu tujuan dan itu artinya boros bbm 2x lipat belum lagi kesadaran masyarakat yang masih saja lawan jalur dan hal ini bisa saja menyebabkan suatu kecelakaan. Pemkot bima mulai uji coba 1 jalur mulai tanggal 9 desember 2017. Penerapan jalan 1 arah akan di coba selama 1 bulan. Dan inj sudah berapa bulan? Hasil uji coba ini apa kesimpulannya? Sudahkah dikeluarkan perda untuk 1 jalur?”

Pemilik akun Kader Baharun, juga menyatakan pendapat yang sama. Ia menulis “Alternatif Jalan mutarnya terlalu jauh..kebanyakan masuk gang sempit..” demikian juga disampaikan oleh Atoel M’Clane Kata dia, “1 jalur bagus. Tp terlalu panjang. Jd tingkat pelanggran susah di tekan. Butuh analisa lebih lanjut. Yg analisa tingkat kecelakaan jangan pake perasaan. Tunjukkan data” tegasnya. Wahyu Yoel Hidayat juga begitu, mengatakan ketidakpuasannya. “Tidak puas terlalu bnyk habisin waktu dan BBM..”

Pemilik akun Afif Ridha Arsyik justru meminta agar 2 jalur dikembalikan. “Balikin 2 jalur lagi, kalau mau satu jalur benahin dl jalan gajah mada, banyakin akses jalan alternatif,, keliatan timpang,, lebar jaln. Soekarno hatta mubazir dipake buat parkir kendaraan, sementara jln gajahmada sempit arus lalin tersendat,, klo bikin kebijakan 1 jalur sebaiknya dipersiapkan dl fasilitas jalan yang memadai jangan dipaksakan yang akhirnya terkesan mengada ada, dan bikin masyarakat susah,,

Netizen yang memberikan suara. Foto: Ist

Sementara yang menyatakan puas dengan penerapan 1 jalur juga memberikan pendapatnya di kolom komentar. Seperti disampaikan oleh Lonzy Valerie Sativa, “Puas lah, mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan, hanya sajah blm bisa dnikmati sepenuhnya dikarenakan kendala rehab jembatan ajah ceh” tulisnya.

AtieAira juga begitu, ia juga berpendapat yang sama seperti Lonzy Valerie Sativa “Puas. Sudah berkurang angka kecelakaan n berkurang jg angka penjambretan di kota bima..” pemilik akun Julfikri Iyi juga menyatakan kepuasannya dengan 1 jalur “Puas,,,jalan di kota jadi ramai semua gak ada yg sepi contoh jalur dua sadiah sekarang semua ekonomi dikotabima jadi hidup” komentarnya.

Lalu akun lain seperti Gito Gito juga menulis puas dengan 1 jalur “Satu arah sangat bagus dan puassss….dan itu jg bukti bahwa kota Bima sdh maju…dan yg paling baik dan bagus kurangnya tingkat kecelakaan. Tapi kesadaran masyarakat yg perlu di tingkatkan….usul dan saran…petugas lapangan DLAJ bersama satlantas harus slalu berada di tiap cabang atau perempatan.

Gito Gito menulis lagi “Sy rasa org yg tidak puas dgn satu arah ini adalah org yg malas jln mutar aja…tolak ukur majunya kota…dan supaya tidak hanya jln soekarno hatta aja yg keliatan rame…saat ini macet di karenakan adanya pengerjaan di tiga titik jembatan besar….setelah selesai jembat kota Bima akan aman dan tertib jauh dari adanya kecelakaan. harapan sy mari kita dukung ide dan gagasan skpd yg berwenang bersama tim nya yg di bentuk…”

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Syahwan

    Cepe kepala dinas yg g pny kemampuan di bidang ilmux.. benar kata sudirman dj… klo boleh saran shhh itu ilmu kepala dinas apa shhh bisa tau soal perhubungan… non job aja kok sulit atau kembalikan ke ilmux kehutanan…. repot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *