Gencatan Senjata, Perang Israel – Palestina Berakhir

Kairo, Kahaba.- Israel dan Palestina akhirnya tunduk pada tekanan AS dan internasional dan setuju untuk mengakhiri delapan hari pertempuran di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 160 jiwa.

Pengumuman gencatan senjata Israel – Palestina di Kairo, Mesir. Foto: time.com

Di bawah gencatan senjata yang mulai berlaku pada 21:00 waktu setempat (pukul 2.00 WITA) dengan difasilitasi Mesir dan AS, Israel setuju untuk menghentikan semua permusuhan di Jalur Gaza melalui darat, laut dan udara, termasuk serangan dan sasaran individu. Dalam perjanjian itu juga disepakati bahwa semua faksi perlawanan Palestina akan menghentikan semua serangan dari Jalur Gaza terhadap Israel, termasuk serangan roket di sepanjang perbatasan.

Situs berita Guardian melaporkan, pasca pengumuman gencatan senjata para pemimpin di kedua belah pihak dengan cepat mengklaim telah menang. Khaled Meshaal, pemimpin Hamas di pengasingan, yang memiliki pengaruh kuat di Jalur Gaza, dalam konferensinya di Kairo mengatakan bahwa Israel telah ‘gagal dalam petualangannya ketika melancarkan serangan di Gaza kemudian dipaksa untuk menerima persyaratan gencatan senjata dari Palestina. Sementara itu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel telah berhasil menghancurkan ribuan rudal serta instalasi Hamas.

Hingga tenggat waktu dimulainya gencatan senjata, dilaporkan serangan Israel dan tembakan roket Hamas masih berlanjut. Serangan-serangan itu mengakibatkan setidaknya satu orang tewas bertambah di sisi Palestina.

Pasca berlakunya gencatan senjata pun pesawat tanpa awak (drone) milik  Israel terpantau terbang di atas langit Gaza, kendati tidak ada misil yang dilaporkan diluncurkan dari pesawat itu. Letusan  senjata api pejuang Hamas yang merayakan berakhirnya pertempuran juga terdengar di seluruh wilayah Gaza.

Gencatan senjata diumumkan di Kairo oleh menteri luar negeri Mesir, Mohamed Kamel Amr, dan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. Mereka juga menjanjikan untuk membuka perlintasan perbatasan laut. Hal ini dikatakan akan efektif mengurangi blokade Israel terhadap pelabuhan-pelabuhan penting di Gaza yang telah berjalan selama lima tahun.

Guardian juga melaporkan, Netanyahu mengatakan operasi telah berhasil menghancurkan ribuan rudal serta instalasi militer Hamas. Netanyahu memperingatkan, aksi lebih keras bisa saja akan dilakukan apabila gencatan senjata ini gagal. Hal ini menyiratkan kesiapan Israel untuk melancarkan invasi darat ke Jalur Gaza yang ditunda akibat Israel tekanan dari Presiden AS, Barack Obama. “Israel tidak bisa ‘duduk dengan tangan terlipat’ jika diserang”, katanya dalam konferensi pers.

Dalam ketegangan di Jalur Gaza, Israel telah melancarkan lebih dari 1.500 serangan udara dan serangan lainnya terhadap sasaran, sementara lebih dari 1.000 roket menghantam Israel setelah pertempuran dimulai pada 14 November itu. Konflik juga telah menewaskan setidaknya 161 warga Palestina, termasuk puluhan warga sipil, sementara lima warga Israel tewas. [BQ]

Sumber: Guardian.co.uk
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *