Kabupaten Bima

Bupati Bima Jemput Program Nasional, Menteri KKP Siap Bangun Kampung Nelayan di 3 Desa

16
×

Bupati Bima Jemput Program Nasional, Menteri KKP Siap Bangun Kampung Nelayan di 3 Desa

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Upaya Pemerintah Kabupaten Bima menghadirkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan mendapat angin segar. Audiensi Bupati Bima Ady Mahyudi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Selasa 10 Februari 2026 berbuah dukungan penuh terhadap usulan Program Prioritas Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Bupati Bima dan jajaran foto bersama dengan Menteri KKP. Foto: Ist

Dalam audiensi tersebut, Bupati turut didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tajuddin, Kepala Dinas Perkim Suwandi, Kabid Perikanan Tangkap Dislutkan Firdaus, serta Kabid Pertanahan Dinas Perkim Budiansani.

Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, didampingi Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif serta sejumlah direktur terkait.

Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan konsep pembangunan kawasan perikanan terpadu dari hulu hingga hilir. Program ini mencakup penyediaan sarana penangkapan ikan, fasilitas pengolahan, hingga sistem pemasaran hasil perikanan dalam satu kawasan desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan.

Dalam pemaparannya, Bupati Bima menjelaskan potensi besar sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Bima, sekaligus urgensi pembangunan kampung nelayan untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Pemkab Bima mengusulkan tiga desa pesisir dengan jumlah nelayan dan armada penangkapan terbesar, yakni Desa Kore Kecamatan Sanggar, Desa Lamere Kecamatan Sape dan Desa Karumbu Kecamatan Langgudu. Ketiganya memenuhi kriteria sesuai petunjuk teknis Program Kampung Nelayan Merah Putih,” jelas Bupati.

Tak hanya mengusulkan KNMP, Pemkab Bima juga menyampaikan rencana pembangunan dermaga apung di Desa Bajo Pulo, tepatnya di tiga titik yakni Dusun Bajo Barat, Bajo Tengah dan Pasir Putih. Usulan tersebut dinilai penting guna menunjang aktivitas sandar kapal nelayan serta memperlancar distribusi hasil tangkapan.

Kabupaten Bima sendiri terdiri dari 18 kecamatan, dengan 12 kecamatan dan 64 desa berada di wilayah pesisir. Kondisi ini membuat kebutuhan akan sarana dan prasarana produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan menjadi sangat mendesak.

“Harapan kami, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat merealisasikan Program Kampung Nelayan Merah Putih di desa-desa pesisir Kabupaten Bima, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan nelayan,” harap Ady Mahyudi.

Dukungan KKP terhadap usulan tersebut menjadi sinyal positif bagi masyarakat pesisir Bima, sekaligus membuka peluang percepatan pembangunan ekonomi berbasis kelautan di daerah tersebut.

*Kahaba-01