Kota Bima, Kahaba.- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tanggal 11 hingga 13 Januari 2026.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui website BMKG Bima, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang di sejumlah wilayah NTB.
BMKG mengingatkan, kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan air, hingga pohon tumbang dan baliho roboh.
Selain itu, hujan lebat juga dapat menyebabkan berkurangnya jarak pandang yang membahayakan pengguna jalan.
Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.
Tidak hanya di darat, potensi cuaca ekstrem juga berdampak pada wilayah perairan. BMKG mengingatkan para pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, pelaku wisata bahari, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir agar mewaspadai tinggi gelombang yang dapat mencapai 2 meter.
Adapun wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi tersebut meliputi Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, serta Samudra Hindia selatan NTB.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
*Kahaba-01













