oleh

Dituding tak Kooperatif, Pegawai Rutan Marah-Marah

-Kabar Bima-39 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Tidak terima dituding tak kooperatif dalam memberikan keterangan soal penemuan 20 poket Narkotika jenis Sabu – Sabu beberapa waktu lalu (Baca. Sabu-Sabu 20 Poket Ditemukan di Rutan Bima), pegawai Rutan Bima marah – marah di Kantor Sat Narkoba Polres Bima Kota, Rabu (15/4) pukul 10.15 Wita.

Ilustrasi
Ilustrasi

Petugas Rutan terlihat geram dan tidak terima dengan pernyataan Kasat Narkoba tersebut. Mereka pun enggan memberikan keterangan kepada penyidik soal penemuan Sabu – Sabu dimaksud.

“Bapak jangan bilang kami tidak kooperaitf. Kita ini sudah berusaha mengungkap barang haram ini dalam Rutan. Kami tersinggung dengan tuduhan tidak kooperatif itu, tolong beretika,” teriak salah seorang pertugas Rutan Bima, kemudian bubar dari pertemuan itu.

Untung saja, sikap pegawai Rutan Bima itu tidak dilayani oleh anggota Sat Narkoba. Penyidik Narkoba malah meminta mereka untuk tenang dan melanjutkan pertemuan. Tapi, para petugas Rutan Bima sama sekali tidak menggubrisnya. Mereka memilih untuk pergi dari Kantor Sat Narkoba.

Salah seorang petugas Rutan Bima yang hendak dimintai keterangan usai keluar dari Kantor Sat Narkoba, tidak ingin berkomentar. Dia malah diam dan naik ke atas mobil dinas yang tumpainginya.

Sementara itu, Kasat Narkoba AKP. H. Taufik, SH mengaku hanya insiden kecil antara pihaknya dengan Pegawai Rutan Bima. “Hanya miskomunikasi saja,” ujarnya.

Kata dia, tudingan itu muncul karena pihak Rutan Bima memang dinilai tidak kooperatif untuk memberikan keterangan seputar penemuan 20 poket Sabu-Sabu. Beberapa kali dikonfirmasi, tapi tak kunjung tiba.

“Kami dari dulu menunggu petugas Rutan Bima datang untuk memberikan keterangan. Kami juga telah berkoordinasi dengan Karutan Bima agar mengutus pegawainya memberikan keterangan. Tapi mereka tidak datang, dan selalu beralasan lepas piket,” katanya kesal.

*Teta

Komentar

Kabar Terbaru