oleh

Tolak Proyek SPAM, Warga Dodu Demo Pemkot Bima

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Ratusan orang warga Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur Senin (19/10) menggelar aksi didepan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Massa menolak keberadaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan setempat, karena dinilai merugikan dan menyengsarakan rakyat Dodu.

Warga Dodu saat menggelar protes proyek SPAM di Kantor Pemkot Bima. Foto: Bin
Warga Dodu saat menggelar protes proyek SPAM di Kantor Pemkot Bima. Foto: Bin

Masa yang mengatasnamakan Aliansi Petani Menggugat (APM) itu tidak hanya dari kalangan muda dan pria, tapi juga terdiri dari wanita dan ibu – ibu paruh baya. Mereka begitu bersemangat hadir dan berteriak menolak keberadaan proyek dimaksud.

Koordinator aksi, M. Shalihin dalam orasinya mengatakan, proyek SPAM sangat merugikan petani Kelurahan Dodu dan sekitarnya. Dimusim kemarau ini, tidak saja petani yang kesulitan air, warga biasa di Dodu sudah mulai kesulitan air.

Ia menuding, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Tekhnisnya tidak pernah melakukan observasi secara langsung di lapangan soal Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) keberadaan proyek tersebut. Padahal poryeknya masih dikerjakan, namun dampaknya sudah mulai menyengsarakan rakyat,

“Proyek SPAM ini cacat prosedural, proyek abal – abal. Keberadaannya tidak membawa manfaat dan dampak baik untuk rakyat Dodu. Kami di Dodu yang memiliki banyak air justeru sekarang krisis air,” sorotnya.

Kata dia, warga setempat tidak ingin air yang melimpah di Kelurahan Dodu harus dikeluarkan dan disalurkan ke wilayah lain, sebab warga Dodu masih membutuhkan air yang cukup, apalagi saat musim kemarau tiba.

“Ini musim kemarau, petani meradang, petani susah karena air milik warga Dodu harus dibawa keluar. Kami tidak ingin hidup sengsara pak Walikota,” teriaknya disertai teriakan ibu – ibu dan massa APM.

Sekda Kota Bima saat menerima massa aksi. Foto: Bin
Sekda Kota Bima saat menerima massa aksi. Foto: Bin

Ia menegaskan, alasan apapun yang disampaikan Pemerintah Kota Bima terhadap masalah proyek tersebut, tidak akan mempengaruhi keinginan warga yang menolak SPAM. “Kami tetap menolak. Jika Pemerintah tidak menghentikan proyek tersebut, kami seluruh warga Dodu yang akan memboikot pekerjaannya,” ancam Shalihin.

Aksi massa akhirnya diterima Sekda Kota Bima Ir. HM. Rum, kata dia, SPAM di Kelurahan Dodu merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk sejahterahkan masyarakat seluruh Kota Bima. Tidak saja untuk warga Dodu.

“Sumber daya mata air itu memang ada di Dodu, tapi manfaatnya juga harus dirasakan oleh warga Kota Bima yang lain yang juga membutuhkan air,” jelasnya.

Keberadaan SPAM juga, sambungnya, tetap memperioritaskan masyarakat Dodu, selaku warga yang memiliki wilayah. Karena berdasarkan hasil survei, air di Dodu memiliki volume yang cukup banyak dan warga Dodu tidak akan mengalami kekurangan air.

“Jika masyarakat Dodu nanti sengsara dengan keberadaan proyek itu, tidak masalah juga ditutup. Tapi biarkan dulu proyeknya berjalan dan selesai akhir tahun ini. Agar manfaatnya bisa kita rasakan bersama,” tuturnya.

Kendati sudah dijelaskan panjang lebar oleh Sekda Kota Bima, massa tetap menuding penjelasan tersebut bohong semata dan menilai Rum hanya beretorika. “Kalau tidak percaya. Nanti jika proyek selesai, silahkan warga Dodu sendiri yang pegang kunci buka tutup aliran air tersebut,” janjinya.

*Bin

Komentar

Kabar Terbaru