Wawali Pimpin 2.000 Relawan Bersihkan Sungai

Kota Bima, Kahaba.- Sekitar 2 ribu masyarakat bersama komunitas dan relawan dibantu TNI, Polri dipimpin Wakil Walikota (Wawali) Bima Feri Sofiyan membersihkan sungai dari Pamalake hingga Jembatan Padolo II, Minggu pagi (4/11).

Gerakan bersih sungai yang dilaksanakan di Pamalake sampai ke Padolo II. Foto: Ist

Pada kesempatan itu juga Wawali berkomitmen untuk menjaga, merawat, dan melestarikan sungai sebagai upaya mengurangi bencana banjir. Kemudian ditindaklanjuti dengan penandatangan kesepakatan bersama semua pihak, untuk menjalankan komitmen tersebut dan langsung dilakukan aksi bersih sungai.

Feri Sofiyan mengungkapkan, pemerintah daerah berkomitmen dalam pengurangan resiko bencana. Untuk mewujudkannya, maka keterlibatan seluruh elemen masyarakat, organisasi, TNI, Polri hingga keterlibatan relawan bencana dan kebersihan wajib dilaksanakan bersama.

“Menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga daerah dan mengurangi resiko bencana dengan bergotong royong. Tanpa persatuan maka sulit akan berhasil,” ujarnya.

Agar semangat dan kerja keras terus terjaga, dirinya mengajak seluruh elemen yang hadir membacakan ikrar peduli sungai dan penandatangan komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan sungai.

“Apa yang kita laksanakan hari ini merupakan gerakan nasional pengurangan resiko bencana. Sekaligus untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial, serta menjaga nilai budaya gotong royong,” katanya.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Bima H Sarafuddin menambahkan, gerakan nasional pengurangan resiko bencana ini bertujuan untuk mewujudkan sebuah komunitas yang mampu mengelola dan mengurangi resiko bencana, serta meningkatkan kualitas dan menciptakan jejaring komunitas, sebagai agen pengkaderan dalam memperkuat dan mengembangkan pengurangan resiko bencana.

Karena bila dilihat dari potensi ancaman dan kerentanan, Kota Bima yang dikelilingi oleh gunung dan sebagian besar wilayahnya dilalui sungai besar maupun sungai kecil. Maka kegiatan seperti ini wajib terus dilakukan.

Sebagai wujud kesungguhan pemerintah daerah dalam mengurangi resiko bencana, kedepan pihaknya akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi bersama denggan BNPB, DLH, serta instansi lainnya. Untuk mempelopori komunitas sungai yang sudah terbentuk.

“Kami meyakini lewat kerjasama yang baik semua pihak, kita bis amengurangi resiko terjadinya bencana,” tambahnya.

Dalam aksi bersih sungai yang dibagi 14 titik tersebut, juga disponsori BUMN, BUMD dan Ulet Jaya Bima, dengan menyediakan kaos untuk masyarakat yang ikut aksi bersih sungai, serta menyediakan doorprize menarik yang diundi diakhir kegiatan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *