TKW Asal Kambilo Masih Dicari, Pemilik Perusahaan Yang Memberangkatkan Ditahan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten Bima Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bima masih terus melakukan upaya pencarian keberadaan Hasnah, TKW asal Des Kambilo Kecamatan Wawo yang saat ini ditawan di Negara Malaysia.  (Baca. 3 Tahun Jadi TKW di Malaysia, Wanita Asal Kambilo ini Tiada Kabar Berita)

Anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bima Laily Ramdani. Foto: Ist

Anggota P2TP2A Kabupaten Bima Laily Ramdani mengaku, pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan Dinas Nakertrans Kabupaten Bima. Menanyakan soal dokumen keberangkatan Hasnah. Hasilnya, Hasnah berangkat dengan dokumen yang lengkap.  (Baca. Hasnah Masih Hidup, TKW Asal Kambilo ini Ditawan dan Kondisinya Memperihatinkan)

“Hasnah berangkatnya legal. Dokumen – dokumennya juga lengkap,” ungkapnya, Senin (3/12).

Hanya saja kata dia, keberadaannya sampai saat ini masih dicari. Setelah itu, jika Hasnah sudah diketahui, maka akan dijemput untuk dipulangkan ke kampung halamannya. (Baca. P2TP2A Akan Urus Hasnah, TKW Desa Kambilo yang Ditawan di Malaysia)

Ditanya soal pihak yang memberangkatkan Hasnah dan dilapor ke Polisi, Laily mengaku berdasarkan hasil koordinasi dengan Kanit PPA Polres Bima Kota, yang dilapor oleh keluarga Hasnah sudah ditahan.

“Pihak yang memberangkatkan Hasnah sudah ditahan, berkasnya lengkap di pak Kanit PPA,” katanya.

Ia mengaku, yang bersangkutan ditahan karena yang bertanggungjawab atas maslaah Hasnah. Sementara pihaknya keluarga Hasnah menuntut pemilik perusahaan tersebut untuk bisa mengembalikannya dalam keadaan selamat.

“Lebih lengkap soal penahanan pihak perusahaan itu ke Pak Kanit saja,” sarannya.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Bima Kota AIPTU Syaiful membantah jika pihak perusahaan yang memberangkatkan Hasnah ditahan.

“Bukan ditahan, tapi diamankan beberapa hari. Karena menghindari hal – hal yang tidak diinginkan terjadi, akibat reaksi dari keluarga Hasnah,” katanya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *