Nasabah Sudah Bayar Lunas, BRI Enggan Kembalikan Sertifikat Agunan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Salah seorang nasabah BRI Unit Bolo Kalisom warga Desa Rasabou Kecamatan Bolo, mengeluhkan sikap pihak BRI yang enggan mengembalikan agunan berupa sertifikat tanah bangunan atas nama Mansyur, untuk kredit dana KUR sebesar Rp 10 juta dengan tempo pembayaran 2 tahun. Padahal, kredit tersebut sudah selesai dibayar sejak 2 bulan yang lalu.

Mansyur Abdullah. Foto: Ist

“Saya sudah selesai bayar sejak 2  bulan lalu. Bayar perbulannya sebesar Rp 400 ribu,” ungkap Kalisom, kemarin.

Katanya, usai melunasi kredit tersebut, anaknya 2 kali mendatangi BRI unit Bolo untuk meminta setifikat. Namun dipersulit pihak BRI dan sertifikatpun belum diterima. Padahal sertifikat tersebut sangat dibutuhkan untuk digunakan pinjaman di Bank lain.

Mansyur Abdullah anak kandung Kalisom mengaku kesal dengan sikap BRI unit Bolo yang mempersulit dirinya yang hendak meminta sertifikat. Meski orang tuanya telah melunasi kredit sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

“Pembayaran tidak pernah nunggak. Tapi BRI tidak kooperatif sama sekali,” kesalnya.

Ia membeberkan, usai melunasi kredit, dirinya datang ke BRI unit Bolo untuk meminta sertifikat dimaksud. Namun, saat itu BRI unit Bolo justeru meminta nomor Handphone yang bisa dihubungi dan akan dihubungi dalam waktu yang tidak lama.

“Sudah beberapa pekan kita menunggu,” bebernya.

Karena tidak ada koordinasi dari BRI, Mansyur kembali datang ke BRI untuk meminta kejelasan. Namun dari BRI unit Bolo hanya menyuruhnya bersabar karena sertifikat belum ditemukan.

“BRI unit Bolo ini apatis dengan agunan nasabah. Harusnya sertifikat yang dijadikan agunan itu disimpan baik-baik,” ketusnya.

Dia mengungkapkan, masalah yang sama ternyata juga pernah dialami nasabah lain. Bahkan agunannya diinformasikan sudah hilang dan diberi uang sebagai adminsitrasi pembuatan sertifikat baru.

“Saya khawatir sertifikat saya juga hilang. Pokoknya BRI harus bertanggungjawab dan mencari sertifikat itu,” tuntutnya.

Sementara itu Kepala BRI unit Bolo Muhammad Zia Ulhaq enggan memberikan komentar banyak terkait hal itu. Bahkan dirinya enggan difoto dan direkam pembicaraannya. Pria itu kemudian bangun dari kursinya dan meninggalkan wartawan.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *