Soal Dana Rp 12,5 Miliar, Muhidin: SK Pendamping Belum Ditandatangan Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Dinas Sosial Kota Bima H Muhidin mengungkapkan, dana hibah sebesar Rp 12,5 miliar untuk membantu pertumbuhan wirausaha di Kota Bima belum bisa dicairkan. Karena tenaga pendamping yang direkrut belum di SK kan oleh Walikota Bima. (Baca. Pemerintah Dinilai Setengah Hati, Dana Rp 12,5 Miliar Belum Juga Dikucurkan)

Kepala Dinas Sosial Kota Bima H Muhidin. Foto: Bin

Ia menjelaskan, bantuan tersebut sudah menjadi program prioritas Dinas Sosial. Karena sesuai dengan visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Bima. Untuk saat ini pun, berbagai tahapan sudah dilakukan, diantaranya yang kami merekrut tenaga pendamping. (Baca. Malik: Pemerintah Tidak Setengah Hati Kucurkan Dana Rp 12,5 Miliar)

“Tenaga pendamping bertugas mendata penerima manfaat, mengontrol dan mengawasi pelaksanaan bantuan ini,” ujarnya, Selasa (13/8).

Muhidin menuturkan, perekrutan tenaga pendamping tersebut pihaknya berkoordinasi dengan Bappeda. Termasuk mengeluarkan pengumuman penjaringan tenaga pendamping berdasarkan persyaratan yang dicantumkan.

Dari 68 orang yang ikut, 3 orang tidak lolos karena tidak memenuhi syarat. Sehingga tenaga pendamping berjumlah 65 orang dan akan bertugas pada 5 Kecamatan se-Kota Bima.

Setelah proses seleksi rampung, selanjutnya nama-nama tenaga pendamping tersebut akan disampaikan kepada kepala daerah. Agar disetujui dan dibuatkan Surat Keputusan (SK).

“Tapi masalahnya SK itu belum ada. Padahal setelah ada SK dari Walikota Bima, selanjutnya tenaga pendamping mulai bertugas,” paparnya.

Muhidin menambahkan, hingga saat ini sudah 460 proposal yang masuk di Dinas Sosial. Dalam waktu dekat akan diverifikasi, apakah kelompok ini fiktif atau tidak.

“Mengenai dana itu, kita upayakan bulan ini bisa segera dicairkan,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *