Juara dan Hendak Terima Hadiah, 3 Siswa MIN 6 Bima Justeru Dibohongi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sudah mendapat juara dan diiming-iming hadiah, siswa MIN 6 Bima yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten Bima ternyata hanya mendapat harapan palsu. Mereka malah dibohongi panitia dan pulang menyimpan rasa kecewa.

Kepala MIN 6 Bima bersama 3 orang siswa yang mengikuti lomba cerdas cermat. Foto: Yadien

Pasalnya, hingga pembacaan nama-nama kandidat juara lomba yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bima setelah upacara HUT RI, Sabtu (17/8) di halaman Kantor Bupati Bima usai, nama-nama juara Lomba Cerdas Cermat tidak juga disebutkan. Alhasil, 3 orang siswa MIN 6 Bima bersama guru pembina dan kepala sekolah setempat pulang dengan hati kecewa.

Guru pembina Cerdas Cermat MIN 6 Bima Siti Rahma mengaku kecewa atas sikap panitia dan Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima. Siswa yang ia bina telah berusaha keras mengikuti lomba dan berhasil menjadi juara 2, namun tidak mendapatkan apa-apa.

“Jangankan dapat piala atau piagam pernghargaan, disebut namanya saja tidak ada,” kesalnya.

Padahal kata dia, saat lomba dilaksanakan pada tanggal 25 Juli lalu, panitia telah mengumumkan sekolah mana saja yang mendapat juara. Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan bahwa para juara akan mendapat hadiah pada saat upara HUT RI di halaman Kantor Bupati Bima.

“Ternyata kami sama sekali tidak dianggap. Prestasi siswa kami tidak dihargai,” katanya.

Dia merasa kasihan terhadap siswa yang ia bina. Mereka telah gigih berlatih dan belajar tanpa mengenal lelah. Namun bukan penghargaan dari cucuran keringat tersebut, justru hanya diberikan harapan palsu.

“Coba lihat siswa saya, mereka datang dari Sila agar bisa terima langsung piala karena juara. Tapi ternyata mereka pulang dengan kecewa,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala MIN 6 Bima Ikdam. Menurutnya panitia sudah tidak berlaku adil terhadap siswa sekolah setempat.

“Juara lomba yang lain dapat hadiah dan piala, kenapa kami tidak mendapat apa-apa,” tanyanya.

Ia merasa kasihan terhadap 3 orang siswa yang sudah terlebih dahulu bangga dan datang dari Kecamatan Bolo, untuk menerima piala dan hadiah. Namun ternyata mereka hanya diimingi janji palsu oleh panitia.

“Terus terang saya tidak tega melihat wajah 3 orang siswa kami ini. Mereka melihat siswa yang lain bangga terima piala, tapi mereka hanya mendapat harapan palsu,” ungkapnya.

Menurut Ikdam, para juara mata lomba cerdas cermat tidak bisa dipandang sebelah mata. Biar bagaimanapun mata lomba tersebut menjadi salah satu mata lomba penting untuk menguji kompetensi siswa terkait sejumlah mata pelajaran.

“Jangan begitu dong, harusnya cerdas cermat menjadi prioritas,” ketusnya.

Sementara itu, baik panitia maupun Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *