oleh

Konversi BBM ke BBG, Ditjen Migas Data dan Verifikasi Kelompok Tani

-Kabar Bima-4 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Memastikan kelompok tani sebagai penerima manfaat bantuan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) tepat sasaran, pemerintah pusat melalui Ditjen Migas Kementerian ESDM mendata dan verifikasi calon penerima bantuan.

Sekretaris Dinas Pertanian Adisan bersama perwakilan Ditjen Migas Kementerian ESDM Doni Oktarizon beserta pegawai setempat. Foto: Eric

Perwakilan Ditjen Migas Kementerian ESDM Doni Oktarizon menyampaikan, kehadirannya tersebut untuk mendata calon penerima bantuan jenis mesin pompa air, untuk konversi BBM ke BBG.

“Apa yang kami lakukan berdasarkan Perpres Nomor 38 tahun 2019 tentang penyediaan dan pendistribusian konversi BBM ke BBG. Pelaksanaan program telah mulai, sebelum tiba di Kota Bima, kami melaksanakan pilot project di Klaten, Sragen dan Boyolali,” ungkapnya, Rabu (6/11).

Doni menuturkan, program ini dilaksanakan karena sebelumnya dilakukan penelitian, bahwa konversi BBM ke BBG jauh lebih hemat. Contoh untuk para petani yang memiliki luas lahan 0,5 hektar, menggunakan BBM untuk penggunaan mesin pompa air itu biayanya cukup tinggi. Tapi jika diganti menggunakan BBG, bisa menghemat biaya mencapai 50 persen.

“Seperti di pulau jawa, penggunaan BBM bisa mencapai Rp 7 juta, tapi menggunakan BBG bisa menghemat biaya hanya Rp 3 juta,” sebutnya.

Secara nasional sambung Doni, pemerintah pusat mendorong pelaksanaan konversi BBM ke BBG meningkat hingga mencapai target 10 ribu unit bantuan, kemudian diserahkan kepada petani secara gratis.

“Bantuan gratis ini berupa tabung gas 3 kg, konventer kit, asesoris, pompa dan alat kelengkapan lainnya,” bebernya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pertanian Adisan Sahidu menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Bima berterimakasih dengan kedatangan Ditjen Migas Kementerian ESDM , yang akan memberikan bantuan bagi para petani di daerah.

“Konversi BBM ke BBG bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, karena menggunakan bahan bakar yang lebih murah. Selain itu, bahan bakar yang digunakan juga lebih bersih dan ramah lingkungan,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru