oleh

Diduga Bermasalah, Polisi Turun Cek Fasilitas di Pantai Lawata

Kota Bima, Kahaba.- Berawal dari laporan masyarakat dan informasi melalui pemberitaan di media massa, Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Bima Kota turun mengecek pembangunan sejumlah fasilitas di Pantai Lawata yang terindikasi bermasalah.

Diduga Bermasalah, Polisi Turun Cek Fasilitas di Pantai Lawata - Kabar Harian Bima
Kolam renang, salah satu fasilitas di Pantai Lawata yang diduga bermasalah. Foto: Ist

Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Hilmi Manossoh Prayoga menyampaikan, setelah menerima laporan dan informasi dari masyarakat, tim langsung menuju Pantai Lawata, Sabtu pekan kemarin, untuk mengecek fasilitas pantai tersebut seperti kolam renang yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, jet sky, banana boat dan mesin karcis.



Kata dia, dari hasil pengecekan, pada kolam renang tidak terlihat memiliki saluran pembuangan. Kemudian banana boat, ada 4 unit dan terlihat ada 2 banana boat yang sudah terpompa dan 2 unit masih dalam keadaan tergulung.

Baca:   Awal Oktober Dinas Pariwisata Adakan Pawai Rimpu dan Parade Kuda Hias

“Sedangkan mesin karcis masih dalam keadaan baik saat diperiksa kemarin, walaupun sebelumnya sudah ada laporan bahwa mesin karcis tersebut sempat rusak,” ujarnya, Jumat (12/3).

Kata Hilmi, untuk memastikan sarana dan prasarana yang ada di Pantai Lawata tersebut tidak bermasalah, maka pihaknya sudah melayangkan surat permintaan dokumen ke Dinas Pariwisata Kota Bima pada tanggal 29 Februari kemarin. Namun hingga kini, dokumen yang diminta tersebut belum disampaikan oleh dinas terkait.

Baca:   Dokumen Pekerjaan di Pantai Lawata Belum Diserahkan, Polisi Minta Dispar Kooperatif

“Kami akan periksa dulu dokumennya, untuk memastikan adanya masalah atau tidak,” katanya.

*Kahaba-05


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 komentar

  1. Segera evaluasi semua Aparatur yang yang terkait dengan Proyek termasuk kontraktor sehingga tidak menjadi masalah dikemudian hari akibat pekerjaaan yang asal-asalan tapi beresiko. Pak Wali pasti habis ernergi x hanya terbuang akibat pekerjaan kontraktor yang tdk memenuhi standar. kami rakyat hanya bisa memberikan saran pak Wali kr peduli saja tdk ada target apapun. Kalau kontraktor sudah dibleklist umumkan saja pd pablik bahwa prusahaan x bermasalah sehingga pablik tahu

  2. Pak Wali jangan ragu…tindak tegas pengambil kebijakan di Dispar kalau tidak mampu menterjemahkan dan merealisasikan apa yang diinginkan pak Wali…kalau tidak mampu rotasi saja….karena pak Wali menerapkan standar tinggi dalam kebijakannya…