Tim Syafa’ad Klarifikasi Tentang Sorotan SK Nasdem

Kota Bima, Kahaba.- Tim Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima H Syafruddin – Ady Mahyudi (Syafa’af) Delian Lubis menyampaikan klarifikasi soal tudingan loyalis petahana Heris Ompu Kapa’a mengenai SK dari Partai Nasdem yang hingga saat ini belum bisa ditunjukan. (Baca. SK Partai Nasdem untuk Pasangan Syafa’ad Dipertanyakan)

Tim Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima H Syafruddin – Ady Mahyudi (Syafa’af) Delian Lubis. Foto: Ist

Menurut DL – sapaan akrabnya, cara berpikir loyalis petahana yang juga seorang politik itu dangkal dan penuh keresahan. Apalagi melihat semakin derasnya gelombang dukungan untuk pasangan yang mengusung Perubahan itu, saat konvoi penjemputan yang dihelat Sabtu siang tadi.

“Tudingan loyalis petahana ini memang semakin menunjukan kegundahan di tengah semakin meluasnya dukunag untuk Syafa’ad,” terangnya kepada media ini.

Kata dia, di tingkat elit Partai Nasdem, telah melaksanakan pleno. Hasil kesepakatatan tertinggi dalam partai tersebut, SK adalah pembuktian atas pleno yang telah dilakukan.

Bahkan, Ketua DPW dan pengurus DPW Partai Nasdem telah mengungkapkan di media massa bahwa hasil pleno DPP Partai Nasdem kE mendukung penuh pasangan Syafa’ad maju sebagai calon pada Pilkada Kabupaten Bima Desember mendatang.

“Jadi jika ada yang masih mempertanyakan SK Partai Nasdem ke Syafa’ad. Itu menunjukan buta politik,” tudingnya.

DL menambahkan, pada sejumlah pemberitaan sebelumnya sudah secara gamblang diungkapkan jika SK Nasdem ke Syafa’ad. Sejumlah pertimbangan pun telah diuraikan, termasuk Calon Bupati Bima H Syafruddin yang merupakan kader Partai Nasdem. Kemudian, elektabiltas Syafa’ad berdasarkan hasil sejumlah survei yang meningkat signifikan.

“Kalau orang di DPP sudah bicara, saya kira urusannya sudah selesai,” tegasnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *