oleh

Masyarakat Sape Cerdas dan tidak Ingin Kecewa, Syafru-Ady Unggul di 12 Desa

-Kabar Bima-9 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Masyarakat Sape bejubel menyambut kedatangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima Syafru – Ady, Minggu kemarin. Itu jelas menunjukan jika masyarakat Sape menginginkan adanya Perubahan dan daerah yang bisa semakin baik dari sebelumnya.

Masyarakat Sape saat mengangkat Ady Mahyudi untuk diarak keliling. Foto: Ist

Menurut Tim Analis dan Strategi Syafru – Ady, Darussalam, ketika ditanya bagaimana dengan posisi suara di wilayah Sape, maka jawabannya berdasarkan hasil canvasing dan riset, sesuai harapan bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan.

Kata dia, dari 18 desa yang ada di wilayah Sape, Syafru -Ady unggul dan dapat menang di 12 desa, dengan perolehan suara yang sangat membahagiakan. Contoh kecilnya seperti Desa Bugis, Syafru-Ady mampu tembus 60 persen.

Demikian dengan Desa Parangina tembus 60 persen, Desa Sangiang tembus 65 persen, pun dengan 9 desa lainnya yang semuanya berdasarkan data dan riset yang masuk di War Room Syafru Ady sangat memuaskan.

“Yang sangat menarik adalah dukungan publik di 12 desa tersebut sangat solid sekali dan konsisten karena alasan yang sangat fundamental atau bersifat permanen, sehingga hampir tidak mungkin dapat digoyang oleh lawan,” tegasnya, Senin (26/10).

Diakui Darussalam, kekuatan dukungan Syafru-Ady tersebut tidak hanya karena tim yang solid, tetapi juga bertemunya satu misi perjuangan yang sama antara tim dengan para votes dalam satu kepentingan besar, yaitu ganti bupati yang dianggap gagal membawa masyarakat Bima menuju masyarakat yang makmur.

“Artinya bahwa masyarakat Sape sangat cerdas dan tidak ingin dikecewakan untuk kesekian kalinya oleh kekuasaan,” terangnya.

Sekarang tambah Darussalam, warga telah menentukan sikap dan mayoritas warga bangkit dan melawan. Hal tersebut terbukti dengan mengalirnya arus dukungan dari para tim maupun pemilih petahana kepada Syafru-Ady.

Beralihnya arah dukungan tersebut juga masuk kategori permanen, karena warga yang merasa bahwa petahana gagal membuktikan janji dan komitmentnya pada Pilkada lalu.

“Kemarin publik Sape mengekpresikan kebahagian dan kapok serta tidak ingin jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Karena itu mereka keluar lalu bangkit dan berekspresi bahagia bersama gagasan perubahan Syafru-Ady,” tambahnya.

*Kahaba-01/Adv

Komentar

Kabar Terbaru