oleh

Covid-19 Bukan Aib, Pemkot Bima Harus Terbuka Pejabat yang Terpapar

Kota Bima, Kahaba.- Akademisi STIH Muhammadiyah Bima Syamsuddin mengeritik sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Tim Gugus yang tidak terbuka soal pejabat terpapar Covid-19. Padahal itu penting, agar ada antisipasi masyarakat dan pegawai yang sering berinteraksi. (Baca. Istri Walikota Bima Positif Covid-19)

Covid-19 Bukan Aib, Pemkot Bima Harus Terbuka Pejabat yang Terpapar
Akademisi STIH Muhammadiyah Bima Syamsuddin. Foto: Ist

Menurut pria yang saat ini tengah menyelesaikan program doktor, Covid-19 bukan aib, apalagi penyakit yang memalukan. Mestinya, selain pejabat yang bersangkutan mengumumkan kondisinya yang terpapar Covid-19, pemerintah juga bisa terbuka dan transparan menyampaikan ke publik. (Baca. Istri Walikota Positif Covid-19 dan Foto Bareng di Acara Nikah, Dikes: Kita Akan Perluas Tracking)

“Kami mendengar kabar ada beberapa pejabat di Kota Bima yang terpapar Virus Corona. Terakhir ini istri Walikota Bima. Mestinya disampaikan secara terbuka ke publik. Kenapa harus ditutupi,” kritiknya, Senin (26/7).

Kata Syamsuddin, saat ini era keterbukaan informasi publik. Pemerintah Kota Bima harus terbuka mengenai data terbaru Kasus Positif Covid-99 di Kota Bima, mengingat akhir-akhir ini tidak saja masyarakat biasa, namun juga banyak pejabat termasuk isteri Walikota Bima sendiri yang terkonfirmasi positif, namun mereka masih terlihat berbaur dengan masyarakat.

Ia menegaskan, yang harus diketahui bahwa ada hak masyarakat untuk mengetahui informasi penyebaran Covid-19, sehingga nama-nama pejabat yang terkonfirmasi Positif Covid-19 seharusnya diumumkan kepada publik, agar diketahui dan supaya masyarakat dapat menjaga jarak dengan yang bersangkutan.

Hal ini penting untuk mencegah penularan Covid-19 yang terus mengancam kehidupan masyarakat Kota Bima

“Mereka ini publik figur yang sudah pasti berinteraksi dengan banyak orang. Jika mereka positif Covid-19 maka berpotensi menularkan dan membahayakan masyarakat sendiri,” sorotnya.

Ia berharap, ada kesadaran, kepatuhan, serta keteladanan bersama dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bima. Kepada mereka yang terkonfirmasi positif agar tidak menghadiri kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan seperti resepsi pernikahan, syukuran dan lain-lain.

Calon doktor itu menambahkan, pencegahan Covid-99 tidak cukup dengan membuat peraturan dan edaran semata. Tapi juga disertai kesadaran, keteladanan, ketegasan sikap pemerintah untuk memastikan daerah ini aman dan terhindar dari wabah berbahaya tersebut.

“Jika ada pejabat atau masyarakat yang sudah terkonfirmasi Positif Covid-19, kemudian dengan sengaja menghadiri acara tertentu apalagi tidak menggunakan masker dan menjaga jarak, maka perlu diberikan sanksi agar mereka jera,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru