Kabar Kota Bima

Bulog Bima Terapkan Dua Skema Penyerapan Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan

875
×

Bulog Bima Terapkan Dua Skema Penyerapan Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Perum Bulog Kantor Cabang Bima telah melaksanakan penyerapan jagung dengan 2 skema. Langkah ini diambil untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan memperkuat kesejahteraan petani lokal.

Bulog Bima Terapkan Dua Skema Penyerapan Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan - Kabar Harian Bima
Kepala Bulog Kantor Cabang Bima, Kurnia Rahmawati. Foto: Ist

Kepala Bulog Kantor Cabang Bima, Kurnia Rahmawati menjelaskan rincian kedua skema tersebut. Skema pertama, penyerapan jagung basah pada skema ini dengan kadar air (KA) antara 17-30 persen. Harga rafaksi disesuaikan dengan ketentuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Bulog Bima Terapkan Dua Skema Penyerapan Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan - Kabar Harian Bima

“Penyerapan ini dilakukan di Corn Drying Center (CDC) BULOG yang terletak di Manggalewa, Dompu,” katanya melalui siaran pers, Senin 27 Mei 2024.

Skema Kedua sambung Kurnia Rahmawati, penyerapan jagung Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) Skema kedua adalah penyerapan jagung dengan kadar air maksimal 15 persen, dengan harga Rp5.000 per kilogram (termasuk pajak PPh 22 sebesar 1,5 persen).

“Penyerapan ini dilakukan di beberapa gudang Bulog, yaitu Gudang Jatiwangi di Kota Bima, Gudang Bolo di Kabupaten Bima, dan Gudang Dorotangga di Kabupaten Dompu,” sebutnya.

Kurnia Rahmawati kembali menjelaskan, persyaratan pemasok jagung untuk menjadi pemasok jagung di BULOG, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), rekening BRI, dan salinan KTP.

“Hingga saat ini, terdapat 104 pemasok yang terdaftar dari wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu,” ujarnya.

Kemudian ketentuan kemasan lanjut Kurnia Rahmawati, CDC: kemasan bebas, jagung akan ditimbang menggunakan jembatan timbang dan diproses pengeringan di dryer, kemudian disimpan di SILO.

Gudang Jatiwangi, Bolo, dan Dorotangga, kemasan 70 kilogram untuk mempermudah proses pembongkaran dan penumpukan stok karena gudang-gudang ini tidak dilengkapi dengan jembatan timbang.

Kurnia Rahmawati mengakui, realisasi penyerapan jagung hingga 26 Mei 2024, Bulog Kantor Cabang Bima telah menyerap 8.113 ton jagung basah dari perkiraan kebutuhan sebesar 10.000 ton. Selain itu, penyerapan jagung kering telah mencapai 4.085 ton.

“Kondisi gudang saat ini, ketiga gudang utama yaitu Gudang Jatiwangi, Gudang Bolo, dan Gudang Dorotangga telah mencapai kapasitas penuh,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyerapan jagung oleh Bulog ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan stabilisasi harga jagung di wilayah Bima dan sekitarnya. Dengan skema yang diterapkan, diharapkan para petani dan pemasok jagung dapat terus berpartisipasi dalam menjaga pasokan jagung yang berkualitas.

*Kahaba-01