Kabar Kota Bima

Cegah DBD, Lurah Lewirato Pimpin Gotong Royong

486
×

Cegah DBD, Lurah Lewirato Pimpin Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bima saat ini menjadi ancaman. 4 orang warga meninggal dunia dan 92 dinyatakan positif terjangkit demam berdarah.

Cegah DBD, Lurah Lewirato Pimpin Gotong Royong - Kabar Harian Bima
Warga Kelurahan Lewirato saat melaksanakan kegiatan gotong royong. Foto: Ist

Guna mencegah bertambahnya jumlah warga yang diserang nyamuk berbahaya tersebut, Pemerintah Kelurahan ambil bagian dengan melaksanakan kegiatan gotong royong, Minggu 29 Januari 2023 dan membersihkan tempat-tempat dibeberapa lingkungan yang kotor dan dapat menjadi sebab munculnya nyamuk demam berdarah.

Cegah DBD, Lurah Lewirato Pimpin Gotong Royong - Kabar Harian Bima

Lurah Lewirato A Munir Hariaddin yang memimpin langsung kegiatan gotong royong mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pencegahan. Sehingga masyarakat Kelurahan Lewirato aman dari penyakit berbahaya tersebut.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada warga Lewirato yang terjangkit DPD,” katanya.

Kendati demikian, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan. Sebagai bentuk tindaklanjut dari perintah Wali Kota Bima agar semua kelurahan di Kota Bima gencar membersihkan lingkungan dan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih.

Diakui Munir, lokasi kegiatan gotong royong baru dibeberapa lingkungan. Dalam waktu dekat, akan kembali melaksanakan kegiatan yang sama, untuk memberantas sarang nyamuk.

“Demam berdarah dan Chikungunya saat ini banyak menyerang warga Kota Bima. Maka membersihkan lingkungan menjadi perhatian utama setiap warga,” katanya.

Saat gotong royong sambung Lurah termuda di Kota Bima itu, perangkat LPM, RT RW, Karang Taruna, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta masyarakat turut berpartisipasi.

Pad kesempatan yang sama juga tambahnya, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar warga dapat melaksanakan Gerakan 3M Plus seperti menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum dan penampung air lemari es.

Kemudian menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi dan toren air. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Serta plusnya adalah menghindari gigitan nyamuk.

“Pencegahan jauh lebih baik dari pada mengobati,” tegasnya.

*Kahaba-01