Kota Bima, Kahaba.- Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Bima melakukan kunjungan kerja lapangan di wilayah Kelurahan Oi Fo’o, bersama Dinas Pertanian Kota Bima, Selasa 27 Januari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan identifikasi awal terhadap potensi ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi pertanian.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan data dan bahan usulan untuk program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari Bidang SDA PUPR bersama Dinas Pertanian meninjau sejumlah titik yang sebelumnya diketahui memiliki potensi sumber air untuk pengembangan jaringan irigasi.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain So Oi Pempe 4 yang berada di RT 10 Rade Ndeu, dengan potensi cakupan layanan sekitar 13 hektare lahan pertanian. Selanjutnya tim juga meninjau lokasi So Temba Kari yang diperkirakan dapat melayani area pertanian seluas 18 hektare.
Selain itu, peninjauan juga dilakukan di So Tololalu Timur dengan potensi layanan sekitar 20 hektare, serta So Tololalu Barat dengan cakupan sekitar 15 hektare lahan pertanian. Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah So Naru yang memiliki potensi layanan irigasi untuk sekitar 10 hektare lahan.
Kepala Dinas PUPR Kota Bima Didi Fahdiansyah menjelaskan, kegiatan identifikasi ini menjadi langkah awal dalam memastikan potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan irigasi di wilayah tersebut.
“Melalui identifikasi awal ini, kita ingin memastikan potensi sumber air yang ada, sehingga dapat menjadi bahan usulan program pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi, khususnya dalam mendukung upaya swasembada pangan,” ujarnya.
Didi berharap, hasil kunjungan lapangan ini dapat menjadi dasar perencanaan yang lebih matang dalam pengembangan infrastruktur irigasi, sehingga ke depan lahan pertanian di Kota Bima dapat memperoleh pasokan air yang lebih stabil dan berkelanjutan.
*Kahaba-01













