Kabar Kota Bima

FUI Bima Kecam Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia dan Belanda

536
×

FUI Bima Kecam Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia dan Belanda

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bima menggelar aksi damai di Kantor DPRD dan Pemerintah Kota Bima, Jumat 3 Februari 2023, mengutuk politisi penista agama yang membakar Al Quran di Negara Swedia dan Belanda.

FUI Bima Kecam Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia dan Belanda - Kabar Harian Bima
Mass FUI Bima saat berorasi di depan Kantor Pemkot Bima. Foto: Ist

“Kami kecam dan mengutuk keras pembakaran Al Quran di Swedia dan penyobekan Al Quran di Belanda,” tegas Ketua FUI Kota Bima Ustadz Asikin saat menyampaikan orasi.

FUI Bima Kecam Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia dan Belanda - Kabar Harian Bima

Menurutnya, perbuatan membakar dan menyobek kitab suci umat Islam merupakan fakta otentik bahwa kaum kafir itu merupakan teroris, radikalis, fundamentalis dan intolensi.

Untuk itu, FUI mendesak pemerintah untuk bersikap tegas dengan memulangkan Dubes Swedia dari Indonesia dan menarik Dubes Indonesia dari Swedia, sewagai wujud amanat pembukaan UUD 1945.

FUI juga mendesak lembaga legislatif agar dapat menjadi penyambung aspirasi umat Islam dengan menuntut agar para pelaku tersebut dapat ditangkap dan diadili.

“Kami juga menyerukan pada imam-imam masjid, melakukan Qunut Nazilah pada setiap Sholat Fardu. Semoga Allah SWT menghinakan para pelaku dan menyadarkan umat Islam seluruh dunia supaya bangkit, bersatu, berjihad membela kehormatan Islam dan kaum muslimin,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bima melalui Staf Ahli bidang Pemerintahan Hukum Setda H Alwi Yasin yang menerima massa aksi damai dengan penuh rasa persaudaraan.

Kata dia, apa yang menjadi pernyataan sikap FUI, tentu saja pemerintah daerah mendukungnya dan bersama meminta pada pemerintah pusat agar insiden tersebut bisa disikapi dan diambil tindakan cepat.

Sebab apa yang dilakukan oleh politisi intoleran tersebut, telah menciderai toleransi serta sikap phobia yang berlebihan terhadap Islam.

“Agama Islam adalah Rahmatan Lil Alamin, mengajarkan untuk saling mencintai dan menyayangi,” tambahnya.

*Kahaba-04