Bima Kita

Pacuan Kuda Tradisional Kota Bima, Jadi Ladang Cuan Warga, Perputaran Ekonomi Meningkat

789
×

Pacuan Kuda Tradisional Kota Bima, Jadi Ladang Cuan Warga, Perputaran Ekonomi Meningkat

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Pacuan kuda tradisional dalam rangka memperebutkan Piala Wali Kota Bima tahun 2024 resmi digelar di arena pacuan kuda Kelurahan Sambinae. Event tahunan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bergengsi, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi warga sekitar. (Baca. Pacuan Kuda Tradisional Wali Kota Bima Cup 2024 Resmi Dimulai, 725 Kuda Berlaga

Pacuan Kuda Tradisional Kota Bima, Jadi Ladang Cuan Warga, Perputaran Ekonomi Meningkat - Kabar Harian Bima
Para pedagang yang mendapat untung dari Event Pacuan Kuda di Kelurahan Sambinae. Foto: Bin

Nukrah, seorang warga Kelurahan Sambinae, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Luar biasa pelaksanaan kegiatan ini. Saya yang juga memiliki dagangan di arena pacuan kuda merasakan langsung manfaatnya. Setiap hari ada pemasukan untuk keluarga,” ujarnya, Sabtu 22 Juni 2024

Nukrah berharap acara ini terus diadakan setiap tahun di arena pacuan kuda Kelurahan Sambinae, untuk membantu meningkatkan perekonomian warga setempat.

“Sehari bisa mendapatkan pemasukan jutaan rupiah, dan jika selama pelaksanaan kegiatan bisa meraup puluhan juta,” tambahnya.

Nukrah juga menyampaikan terima kasih kepada Pordasi dan panitia penyelenggara yang telah mengadakan kegiatan ini, karena sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi.

Pacuan Kuda Tradisional Kota Bima, Jadi Ladang Cuan Warga, Perputaran Ekonomi Meningkat - Kabar Harian Bima
Para pedagang yang mendapat untung dari Event Pacuan Kuda di Kelurahan Sambinae. Foto: Bin

Misbah, warga yang juga ikut berjualan di arena pacuan kuda mengaku, terbantu dengan adanya kegiatan ini. Sehari – hari tetap ada pemasukan.

“Alhamdulillah, dari pada duduk diam di rumah,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan keinginan yang sama. Event ini bisa dilaksanakan setiap tahun.

Di sisi lain, Mustakim, warga Sumbawa Besar Kecamatan Lape, turut meramaikan arena pacuan kuda Kelurahan Sambinae.

Mustakim yang juga memiliki kuda bernama Tanjung Mas, mengaku selalu ikut serta dalam event pacuan ini dan sering meraih juara.

“Sebagai pecinta pacuan kuda, saya berharap kegiatan ini tetap dilaksanakan. Selain melestarikan tradisi daerah, event ini juga membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi,” katanya.

Pacuan kuda tradisional Kota Bima tidak hanya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Harapan besar disematkan agar event ini terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan, sekaligus menjadi motor penggerak perekonomian lokal.

*Kahaba-01