Kabupaten Bima, Kahaba.- Menjelang hari terakhir pendaftaran, minat terhadap Workshop Integratif PONED-PONEK yang diselenggarakan RSUD Sondosia terus meningkat. Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai 35 orang, sehingga kuota reguler yang tersedia kini hanya menyisakan 15 peserta.
Daya tarik utama workshop ini tidak lepas dari kehadiran dua guru besar sebagai narasumber, didukung oleh para pakar nasional serta praktisi berpengalaman.
Selain itu, tingginya nilai Satuan Kredit Profesi (SKP) yang ditawarkan juga menjadi magnet tersendiri bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan dan dokter.
Koordinator kegiatan, Siti Nurlia Bayu Ramah, yang juga menjabat sebagai Ketua IBI Ranting RSUD Sondosia menyampaikan, pihak panitia bahkan telah mengajukan penambahan kuota.
“Kita sudah mengajukan tambahan kuota, dan disetujui sebanyak 12 peserta tambahan,” jelasnya, Senin 13 April 2026.
Namun demikian, dirinya mengimbau para calon peserta untuk segera mendaftarkan diri. Pasalnya, proses verifikasi peserta melalui platform Plataran Sehat Kementerian Kesehatan akan segera dilakukan.
Ia juga mengingatkan agar peserta segera mengisi link pendaftaran guna mendapatkan akses pre-test di Plataran Sehat. Materi pembelajaran dapat diakses dengan mencari kata kunci “PONED-PONEK”.
Workshop ini akan dilaksanakan pada tanggal 15–17 April dan dirancang sebagai kegiatan integratif untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan, khususnya bidan di puskesmas dan rumah sakit.
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan menghadapi akreditasi tahun 2027, di mana implementasi PONED-PONEK menjadi salah satu elemen penilaian penting.
Sejumlah narasumber ternama akan hadir, di antaranya Prof. Dr. dr. R. Muharam, Sp.OG, Subsp. F.E.R, MPH (RSCM/FKUI) Prof. Dr. Tri Siswati, SKM, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Yogyakarta)
Turut memperkuat kegiatan ini, hadir pula para praktisi dan pimpinan layanan kesehatan berpengalaman, seperti:
dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG, Subsp. Obginsos, M.H., M.Kes., C.M.C., FISQua (Direktur RSUD Waluyo Jati Probolinggo)
Hj. Rokhliana, S.Keb., Bd., MM (Ketua IBI NTB) dr. I Ketut Adi Wirawan, MSc, Sp.A, Subsp. Neo (K) (RSU Provinsi NTB)
Serta tim dokter dan praktisi dari RSUD Sondosia
Tidak hanya itu, lebih dari 10 bidan praktisi senior akan terlibat aktif dalam sesi praktik, memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung di lapangan.
Workshop ini juga memberikan nilai SKP yang signifikan, yaitu 30 SKP untuk bidan, 24 SKP untuk dokter spesialis obgyn, 18 SKP untuk dokter umum, serta 3–5 SKP untuk tenaga kesehatan lainnya.
Sertifikat workshop secara otomatis dikeluaran Kemenkes melalui plataran sehat, sehingga resmi dan bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan fasilitas kesehatan dan individu peserta.
Dengan kuota yang semakin terbatas dan proses verifikasi yang segera dilakukan, calon peserta diimbau untuk segera mendaftarkan diri.
Segera amankan kursi Anda hari ini!
*Kahaba-01














