Nurul, Srikandi Bima di Kejuaraan Panjat Tebing Dunia

Kota Bima, Kahaba Kemampuan Nurul Iqamah (19) pada lomba panjat tebing, memang sudah tidak diragukan lagi. Setelah beberapa kali mengharumkan nama Kota Bima dan membawa pulang medali emas pada ajang bergengsi, kini Nurul ditunjuk mewakili Indonesia untuk mengikuti Asian Youth Championship yang digelar Desember ini di Surabaya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bima, Drs. Adisan, mengatakan, Nurul yang telah menyumbang medali emas pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Panjat Tebing di Mataram beberapa waktu lalu, akan mewakili Indonesia pada Asian Youth Championship di Surabaya. “Indonesia selaku tuan rumah mengirim tiga orang atlit untuk umur 19 tahun, termasuk Nurul,” kata Adisan, Minggu (01/12/13).

Kata dia, Nurul akan diberangkatkan pada tanggal 7 Desember 2013 mendatang ke Surabaya. Saat ini, atlit satu-satunya yang mewakili Provinsi NTB itu masih terus berlatih keras di Mataram. “Nurul saat ini kuliah di Unram. Dia tetap berlatih jelang Asian Youth Championship nanti,” tutur Adisan.

Menurut Kabid Perijinan Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Bima ini, lawan terberat Nurul pada ajang tersebut yakni atlit dari Negara Jepang dan Singapura. Namun, dirinya optimis Nurul bakal menembus babak final jika dilihat dari kemampuan dan kelebihannya. Nurul memiliki kelebihan pada jangkauan tinggi badan, kelenturan tubuh, dan kekuatan. Selain itu, beberapa kali mengikuti Kejurnas Panjat tebing, Nurul mampu menembus babak final. “Kami optimis Nurul bisa menyumbang medali emas,” ujar Adisan optimis.

Selain Nurul, ada dua atlit Panjat Tebing lainnya yang masuk dalam kelompok usia 19 mewakili Indonesia. Masing-masing atlit dari Kalimantan Timur atas nama Eka Farida Kusuma dan Julina Ulfati dari Jawa Timur. *BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *