HTI Demo Tolak Kedatangan ‘Musdah’ Aktivis Gender

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima, menolak keras kedatangan Prof. Dr. St Musdah Mulia, di Kota Bima. Penolakan itu diekspresikan melalui demonstrasi,  Senin (23/12/13).

Puluhan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima, menolak keras kedatangan Prof. Dr. St Musdah Mulia, di Kota Bima. Penolakan itu diekspresikan melalui demonstrasi,  Senin (23/12/13). Foto : Agus

Puluhan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima, menolak keras kedatangan Prof. Dr. St Musdah Mulia, di Kota Bima. Penolakan itu diekspresikan melalui demonstrasi, Senin (23/12/13). Foto : Agus

Musdah Mulia rencananya akan menjadi pembicara pada dua lokasi di wilayah Kota dan Kabupaten Bima. Aktivis gender tersebut, menjadi narasumber dalam memperingati Hari Ibu di Desa Parado Kecamatan Monta Kabupaten Bima dan di kampus Muhamadiah Bima di kota bima.

Kehadiran aktivis gender tersebut, kata Sekretaris Umum HTI Bima, Muhammad Faisal, S.Pd, bisa saja akan merusak aqidah kaum wanita di Bima.

Menurutnya, Kedatangan Mudah Mulia akan berbahaya  karena dikuatirkan dapat menyebarkan ide-ide sesat tentang gender. Selain itu, anti poligami, menghalalkan nikah sesama jenis kelamin, nikah beda agama, dan lainnya. “Musdah adalah penganut Jaringan Islam Liberal yang menghalalkan nikah sesama jenis (homosexsual atau lesbian),” tandas Faisal.

Menurut Faisal, selain menghalalkan pernikahan sesama jenis,  Musdah Mulia menafsirkan  ayat-ayat Alqur’an seenaknya. “Hal ini yang membuat umat Islam di Indonesia, khususnya di Bima  menentangnya” katanya.  “Kita tolak bukan atas nama pribadi, akan tetapi karena kehadirannya sebagai pembicara di hadapan perempuan di Bima, dan tentunya akan mengkhawatirkan penyebaran jaringan atau isu-isu sesat,” katanya lagi.

Untuk itu, lanjut Faisal, HTI Bima mengajak semua warga Bima untuk menolak kedatangan Prof. St Musdah Mulia. Karena tokoh Islam liberal yang mengisyaratkan ide-ide pluralisme, sekularisme, liberalisme,  itu akan datang ke bima yang didaulati oleh Pemkot bima sebagai pembicara pada seminar peringatan hari ibu. “Mari bersama selamatkan para ibu dari pemikiran kufur,” ajaknya. *AGUS/AC

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *