Kenali Gejala Penyakit Kusta Sejak Dini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Untuk meminimalisir penularan penyakit Kusta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Kesehatan (Dikes) memaksimalkan program dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pengetahuan dan pengenalan gejala awal penyakit kusta.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepala Dikes Kabupaten Bima, drg Hj. St. Hajar Yoenoes mengatakan, untuk mengurangi penyebaran penyakit kusta telah dilakukan pengerahan pekerja medis di tingkat kecamatan dan desa untuk mencari keberadaan para penderita penyakit kusta. Menurutnya, semakin cepat kita mendapatkannya semakin bagus untuk mengurangi penularannya.

Tidak saja oleh petugas medis, kepada masyarakat di setiap kesempatan diberikan pengetahuan seperti apa cirri-ciri dan gejala awal penderita kusta. Ia menghimbau bila menemukan keluarga, tetangga ada yang mengalami gejala penyakit kusta segera melaporkan atau membawanya ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pengobatan yang maksimal.

Menurut Hajar, kegiatan pencarian dan pengenalan gejala awal berhasil mengurangi penularannya. “Para penderita sejak dini dapat diberikan pengobatan yang maksimal dengan biaya pengobatan yang gratis,” pungkasnya, Selasa (31/12).

Katanya pula, selama ini pandangan masyarakat terhadap penyakit kusta identik dengan kondisi yang seram. Sebenarnya, kusta jarang menimbulkan kematian, hanya membuat tubuh menjadi cacat. Untuk gejala dini penderita kusta biasanya menyerang pada  bagian sendi tubuh. Secara fisik gejala penyakit kusta dapat dilihat seperti penyakit panu yang penyebarannya begitu bayak di bagian tubuh dan tidak dapat diobati bahkan membuat kulit mati rasa.

“Kalau tidak cepat diobati maka kuman tersebut menyerang persendian sehingga tubuh membuat catat.  Mental penderita kusta biasanya malu untuk mengungkap gejala yang dialaminya. Untuk itu, kalau ada yang menderita kusta segara melapor ke puskesmas terdekat,” harap Hajar.

*DEDY

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *