Pemerintah Abaikan Industri dan Lapangan Kerja

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota Komisi IV, Abdul Natsir menilai, investasi yang masuk ke daerah Kabupaten Bima tidak menyentuh sektor riil yang umumnya menyerap tenaga kerja secara signifikan. Ditambah lagi kebijakan pemerintahan memang tidak pro terhadap sektor tenaga kerja

M Natsir, Anggota Komisi IV.Menurut dia, pemerintah masih minim dalam memperhatikan industri, karena tidak adanya kebijakan yang memberikan stimulan untuk tumbuh kembangnya perusahaan milik pemerintah daerah.

“Sebenanya, potensi di Bima cukup banyak, terutama pada sektor pertanian,” ujar Natsir kepada wartawan, Selasa (25/02/14).

Namun sejumlah potensi alam yang dimiliki, seperti Bawang, Jagung, Kedelai dan sejumlah sumberdaya alam lainya justeru dijual murah ke luar daerah. Namun hal itu tidak mendukung terciptanya lapangan kerja, karena sumberdaya alam yang dimiliki  akan berkembang jika ditopang dengan adanya industri.

“Ditambah lagi, kebijakan yang terlalu ketat untuk izin industri, padahal sektor industri itu akan banyak menyerap tenaga kerja,” paparnya.

Selain dari pada itu, pemerintah juga gagal dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru. Padahal, jika dilihat dari peluang atau prospek usahanya, terutama usaha milik pemerintah daerah sangat tidak masuk akal kalau perusahaan itu jadi mati suri. Perusahaan daerah itu sudah punya pasar yang luas, tetapi tidak berkembang bahkan masuk kategori sakit”.

“ Sementara swasta saja yang memulai usaha dari nol, ternyata mampu bertahan dan terus berkembang,” ungkapnya.

Bila perusahaan daerah itu tetap dipertahankan kebe­radaannya maka harus dike­lola secara professional, maka secara umum akan bisa menyerap tenaga kerja secara signifikan.

“ Birok­rat tidak boleh ikut campur tangan di dalamnya, tapi secara profesional untuk menjalankan peru­sahaan tersebut,” kata Natsir.

Akibatnya, dengan kondisi tersebut, penduduk kehilangan pekerjaan Adapun sebab utama adalah kurang perehatianya pemerintah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Untuk itu, dia mengharapkan agar pemerintah setempat dapat memprioritaskan lapangan kerja dengan mengotimalkan perusahaan milik daerah secara professional.*SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *