Tidak Ikut Try Out, Siswa Mengadu ke Dikpora Kabupaten Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Robin, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mengadu ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) setempat, Kamis (27/02/14). Kedatangan-nya di dinas pendidikan itu lantaran tidak di ikut sertakan oleh pihak sekolah dalam ujian Try out sekolah.

siswa bersama SMK Negeri 2 Woha diruang Sekretaris Dikpora Kabupaten BimaDia meminta dinas pendidikan untuk mempertanyakan alasan SMK 2 mengeluarkanya dari sekolah. Sementara sekolah, saat hendak dikonfirmasi, kata Robin,  tidak mau memasukan namanya dalam daftar ujian. Karena itu, membuat ia garam dan mendatangi Dikpora.

“Tanpa alasan yang jelas, saya dikeluarkan dari sekolah. Saya tidak terima, karena saya butuh alasan yang jelas dari pihak sekolah,” kata Robin

Lanjutnya lagi, setelah dia dikeluarkan, dirinya langsung pergi ke sekolah setempat untuk menanyakan alasan untuk pemberhentian dirinya itu. tapi, jawaban sekolah hanya normativ saja.

“Mereka mengatakan saya malas. Kalau memang saya malas, seharusnya saya di panggil dan dibina dulu, jangan langsung dikeluarkan beigtu saja,” tandasnya

Karena  tidak puas dengan jawaban pihak sekolah tersebut, Anak yatim ini langsung mendatangi dinas pendidikan Kabupaten Bima. Namun, dinas pun hanya memberika jawan yang tidak memuaskan.

“Jawaban dinas akan memanggil pihak sekolah,” keluhnya

Secara terpisah, Sekretaris Dikpora Kabupaten Bima, Abdul Muis mengaku sudah terima laporan siswa SMK 2 Woha tersebut. Begitu ia menerima laporan, pihaknya langsung perintahkan sekolah untuk segera mengusulkan nama siswa tersebut dalam susulan daftar nominasi ujian tetap.

“Kami tetap upayakan agar siswa ini masuk dalam peserta Ujian Nasional,” ujarnya.

Menyikapi tindakan kepala sekolah yang mengeluarkan siswa tersebut, Ia mengaku akan segera memberikan pembinaan. Sementara siswa tersebut, kata dia, saat ini sudah diterima kembali oleh sekolah setempat untuk belajar seperti biasanya.

Dia menyarankan, pihak sekolah harus professional mengambil sikap, karena bagaimana pun juga siswa adalah tanggungjawab sekolah. Begitu pun juga menghadapi siswa yang bermasalah perlu memperoleh perhatian dan pembinaan khusus.

“Hal positi terus diberikan, sehingga siswa diharapkan menjadi karakter yang baik. Kalau ada siswa yang bermasalah, harus diberikan peringatan dan pembinaan, jangan dikeluarkan, itu adalah kebijakan yang salah ,” pungkasnya. SYARIF.

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. hendra irawansyah

    anak sekolah sekarang makin kurang ngajar…, si robin ini malas dan nakal…sekolah sudah membina…tudak ada satu sekolah pun yg mau Drop out siswanya…
    tidak usah jadi sok pahlawan segala.., robin dan keluarga harus mengaca dei saninu mengenai apa kesalahan yg pernah dilakukan…jangan langsung jadi pahlawan melankolis gak jelas gitu…
    SAYA YAKIN ROBIN INI ANAK YANG MALAS DAM NAKAL DISEKOLAH..
    SEKOLAH TIDAK BUTUH MANUSIA KAYAK KAMU….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *