Mahasiswa Tidak Mampu Dominasi Lulusan Terbaik STKIP Taman Siswa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tahun ini, pada wisuda angkatan ketujuh STKIP Taman Siswa, mahasiswa dari keluarga tidak mampu kembali menorehkan prestasi. Setiap kali lulusan terbaik diumumkan, berikut dengan nilai IPK tertinggi, maka mahasiswa tidak mampu kembali mendominasi.

Wisudawan dan wisudawati terbaik saat proses wisuda STKIP Taman Siswa Kabupaten Bima. Foto: Bin

Wisudawan dan wisudawati terbaik saat proses wisuda STKIP Taman Siswa Kabupaten Bima. Foto: Bin

Berikut 15 orang terbaik yang didominasi oleh mahasiswa tidak mampu, yang tersebar di tiap program studi. Nur Alamsah S.Pd, Irfan S.Pd, Ayu Sulastri S.Pd, Nurjannah, S.Pd, Ayu Fatullah S.Pd, Lukman S.Pd, Baris Vanullah S.Pd, Rian Arjiansyah S.Pd, Sunarti S.Pd, Imam Al-Gajili S.Pd, Ita Purnama S.Pd, Putri Raihan S.Pd Wulan Agustina S,Pd, Yurisdarti S.Pd, dan Wiwin Agustianingsih, S.Pd.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun, M.Si mengatakan, STKIP Taman Siswa Bima setiap tahun selalu mencetak para sarjana calon pendidik. Sebagai bentuk penghargaan, pihaknya juga mengumumkan lulusan terbaik.

“Mahasiswa yang terpilih itu diberikan kesempatan menjadi dosen dan mendapatkan beasiswa mengikuti program studi lanjutan. Namun yang menarik, lulusan terbaik tiap tahun selalu didominasi oleh anak petani dan kurang mampu,” ujarnya, Sabtu (27/9).

Kata dia, itu menjadi catatan bagi mahasiswa dan kampus, bahwa sesungguhnya kesempatan berprestasi terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang status sosil serta dan latarbelakang kemampuan ekonomi.

Ibnu mengakui, mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus yang dipimpinnya itu memang rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu. Namun, semangat orang tua dan mahasiswa yang tinggi mampu menyingkirkan keraguan atau halangan untuk meraih prestasi.

“Justru kondisi itu menjadi motivasi mahasiswa untuk berkompetisi dan menjadi yang terbaik. Bahkan, tercatat hampir 20 orang atau sekitar 50 persen kami rekrut untuk menjadi dosen dan mendapatkan kesempatan beasiswa menempuh pendidikan S2,” ungkapnya.

Doktor lulusan Fakultas Fisip Universitas Indonesia itu melanjutkan, moto kampus ingin menciptakan pendidikan yang beradab menjadi motivasi untuk terus melakukan perubahan akselerasi keunggulan. Tidak hanya mencetak lulusan calon guru tetapi mencetak sarjana yang handal, berkualitas dan siap mengisi lapangan pekerjaan.

Sementara itu, salah satu lulusan terbaik dari Program Studi Matematika, Imam Al Ghazali (22), mengaku bangga dengan prestasi yang diraihnya saat ini. Catatan IPK 3,47 merupakan buah kerja keras, ketekunan dan kesabarannya selama empat tahun kuliah. Pretasi itu tidak terlepas dari dukungan penuh dan do’a orang tua. Selain itu, motivasi yang diberikan pihak kampus mendorong dirinya untuk giat belajar.

“Ibu pernah meneteskan air mata memotivasi saya untuk kuliah. Mudah-mudahan prestasi ini dapat mengganti air mata ibu saya,” kata anak petani asal Desa Tumpu Kecamatan Bolo ini.

Demikian juga Lukman (21), dari Program Studi Matematika dengan IPK 3,61 asal Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo dan Ita Purnama (22) dari Program Studi Bahasa Inggris dengan IPK 3,45 asal Kelurahan Bedi, Kota Bima.

Keduanya juga merupakan lulusan terbaik yang sangat gigih untuk meraih prestasi meski dengan segala keterbatasan ekonomi orang tua.

*Bin/Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *