100 Pedagang Amahami Ikut Sosialisasi Produk Ilegal

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 100 pedagang Pasar Amahami mengikuti sosialisasi barang-barang ilegal tingkat Kecamatan Rasanae Barat yang diselenggarakan Dinas Koperindag Kota Bima, Selasa (13/10).

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali S.Sos. Foto: Bin

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali S.Sos. Foto: Bin

Staf Ahli Walikota Bima, Muhaimin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pedagang yang sudah bersedia pindah ke pasar Amahami. Baginya, keberhasilan menjadi kebanggaan tersendiri karena kita telah berhasil melakukan pemindahan pasar tanpa ada kerusuhan.

Disadarinya, meskipun kondisi pasar baru ini yang masih belum rapi, namun kedepannya akan dilakukan perbaikan secara bertahap. Disampaikannya pula bahwa pada tahun 2016 mendatang Menteri Perdagangan menyatakan akan meresmikan pasar ini sembari menunggu kesiapan pasar.

Diakuinya bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi diantaranya instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas MCK, Mushola, maupun lahan parkir.

“Setelah pasar tertata rapi, para penjual maupun pembeli sudah lebih tertib, maka Menteri Perdagangan menyatakan akan datang ke Kota Bima untuk meresmikan pasar,” ujarnya melalui siaran Pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali.

Dalam rangka persiapan peresmian pasar, Pemerintah Kota Bima diberi waktu sampai bulan Desember untuk mengedukasi atau memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar tercipta suasana pasar yang rapi dan tertib. Sosialisasi yang dilaksanakan ini menjadi salah satu bentuk edukasi tersebut, khususnya dalam hal keamanan barang yang dijual.

Isu barang ilegal maupun barang berbahaya, khususnya bahan makanan, memang sedang menjadi perhatian. Jika melihat segi praktisnya atau lebih murah. Tapi efeknya nanti akan terasa setelah bertahun-tahun, akan muncul berbagai penyakit berbahaya yang disebabkan oleh bahan kimia. Yang paling membahayakan tentu dampaknya bagi anak-anak.

Setiap kebijakan, pasti akan ada pihak yang menolak, walaupun hanya segelintir. Namun lama-kelamaan semua akan mengerti dan merasakan manfaatnya ke depan nanti. Diajaknya pula segenap masyarakat untuk melakukan penanaman pohon untuk penghijauan.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *