Walikota Bima Resmikan PAUD Khadijah, TPQ dan Madin

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin meresmikan PAUD Khadijah, TPQ dan Madin, Jum’at (22/01) di Pondok Pesantren AL Jamhuriyah Kelurahan Rabangodu Utara. Hadir pula dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Kota Bima H. Armansyah, Kadis Dikpora dan beberapa Kepala SKPD lingkup Pemkot Bima, Camat Raba beserta tokoh agama tokoh masyarakat setempat.

Walikota Bima  menyampaikan sambutan saat persemian PAUD Khadijah, TPQ dan Madin. Foto: Hum

Walikota Bima menyampaikan sambutan saat persemian PAUD Khadijah, TPQ dan Madin. Foto: Hum

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Jamhuriyah Damanhuri melaporkan, pembangunan PAUD Maret 2013 lalu telah diletakkan batu pertama oleh Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, dan telah mulai kegiatan belajar mengajar sejak tanggal 27 Juli 2015.

“Saat ini jumlah siswa PAUD sebanyak 51 orang dan siswa TPQ dan Madin sebanyak 39 orang dengan tenaga pengajar sebanyak 7 orang,” sebutnya melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali.

Kata dia, selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di PAUD, dirasakannya masih banyak keterbatasan. Diantaranya masih kurangnya dana operasional.

Sementara itu, Walikota Bima dalam arahannya mengajak seluruh masyarakat untuk membuat perubahan dengan melakukan hal-hal positif. Seperti membangun taman pendidikan, tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik tapi pembangunan mental anak yang dididik didalamnya. Kepada Dikpora Kota Bima agar bisa mengusahakan pemberian intensif bagi para Guru PAUD.

“Insyaallah Pemerintah Kota Bima akan mendukung pembangunan pendidikan, karena harta yang paling besar dan berharga adalah anak-anak kita dan pendidikan adalah gerbang awal mereka menuju masa depan yang cemerlang,” jelasnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *