Heboh, Penampakan Pesawat Jatuh di Dompu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Para netizen di Media Sosial Facebook sejak Minggu (1/5) pagi dihebohkan dengan informasi penampakan pesawat jatuh yang berlokasi di Kabupaten Dompu. Bangkai pesawat berbadan lebar itu ditangkap dalam gambar citra satelit Google Earth. Bahkan, dalam gambar terlihat jelas, badan ekor pesawat terpotong dari badannya.

Foto penampakan pesawat jatuh di Kabupaten Dompu dari citra satelit Google Earth. Foto: Facebook

Foto penampakan pesawat jatuh di Kabupaten Dompu dari citra satelit Google Earth. Foto: Facebook

Informasi ini ramai diperbincangkan dan telah beberapa kali diposting para netizen. Namun, hingga kini kevalidan kabar tersebut belum dapat dipastikan dan belum ada sumber berkompeten yang memberikan keterangan. Sejumlah analisa dan spekulasi pun bermunculan terkait penampakan pesawat jatuh tersebut.

Salah seorang netizen dengan Akun Facebook Khairudin M Ali misalnya, memuat postingan pertama kali berisi informasi dan foto penampakan citra satelit tersebut. Bos Media Bimeks Group ini menulis, “Mengejutkan, ada penampakan bangkai pesawat berbadan lebar ditangkap Google earth yg tergambar seperti jatuh dan ekornya patah di Kabupaten Dompu. Lokasinya berada di Sori Mila sekitar 4 km dari desa Rababaka, 6.76 dari jalan Ompu Beko, 11 km dari Pendopo Bupati Dompu, atau 3.5 km dari Studio Tambora TV. Tepatnya berada pada titik koordinat -8.516298, 118.396457 di Kecamatan Woja NTB”.

Informasi ini juga diposting Akun Facebook Arief Rhakateza Rahman. Ia menulis, “Citra Google Earth, penampakan sosok pesawat jet ditemukan di pegunungan Dompu-NTB. Sekilas seperti dalam kodisi jatuh dan patah. Mohon analisa dari Rizki Hanintyo Suryoputro Arief Rahman Lokasi: 8°30’58.67″S 118°23’47.25″T.

Terkait kabar ini, beberapa netizen memberikan komentar, analisa dan spekulasi beragam.

Seperti Aan Gian Antariqsawan mengatakan, “Keakuratanya blm bisa di pertnggung jawabkan. Krn d dunia penerbngan tak ada yg lolos dari pemantuan ATC. Bila hal itu benar terjadi di Headline sudah rame”.

Kemudian, Fachrunnas Aps menulis, “kemungkinan citra satelit di google eart lama diupadet, tahun 2012 kami pernah melakukan marking lebih dari 100 titik koordinat di BIma menggunakan GPS Garmin dilengkapi citra satelit, membadingkann data dalam peta dan citra satelit ternyata berbeda dengan kondisi di lapangan. data yg selanjutnya kami serahkan ke Badan Informasi Geospasial/ Bakosurtanal. sebelum itu tahun 2013 kami pernah marking di sejumlah titik di Dompu, Tambora dll…..”

Abdul Muis, “Thn 90-an didaerah sekitar itu pernah dihebohkan adanya pesawat terbang rendah dan hilang. Arah Karamabura, Saneo dan sekitarnya (cocok lokasi ini). Kami bersama Aparat Kodim setempat sempat memburu jauh masuk hutan tp tak menemukan apa-apa”

Staf ATC Bima dengan nama akun Yudi Atc Bima juga ikut berkomentar. “Mngkin itu bayangan dri pesawat yg lewat,biasax arah sltan bandara menuju bali dri koepang-bali,sydney-bali mnggunakan pesawat boing dgn ketinggian 34000 feet..u kami sndiri dri ATC bima tidak ada kminkasi pesawat emergency..”

Analisa mendalam juga disampaikan Iyek Faris Al-Habsyi. Ada enam analisa yang ditulis, “1. Satelit akan kembali ke Posisi semula selama 12 hari. 2. Gambar berwarna tersebut adalah Endapan air di Atas awan sehingga membentuk Gambar berwarna Pelangi. 3. Menentukan koordinat pesawat jatuh harus ditambahkan 5 km berarti 20 Karvak di Peta, jika Peta kedarnya 1:50.000.

4. Posisi Pesawat saat jatuh,meluncur dan menghantam Gunung, posisinya akan terbalik dan hancur serta bagian ekornya akan terpelanting ke depan melewati bagian Kepala. 5. Kemungkinan Lokasi tersebut adalah Sumber Air, bukan Gambar Pesawat. 6. Peta satelit yang digunakan adalah tahun 2013, Hibird sudah sangat jelas, tapi menentukan benda dari Satelit Gambar Aslinya pasti Hitam Putih, kemudian di tambah beberapa Band hingga 12…”

Namun Iyek Faris Al-Habsyi kembali menulis, “Berita nya Hoax, gambar di edit dengan Photoshop, Grid Lokasi tidak dikenal di Sistem grid Area pemetaan Satelit Indonesia, Gambar tersebut dibuat di Wikimapia, Lokasinya di Peta Topografi tidak sama baik menggunakan Peta LCO ataupun UTM, termasuk Koordinat, Karvak, Lembar Peta, Harus Datar Garis Tegak. Kalibrasi Kompasnya terlalu Jauh jika dihitung menggunakan Iktilaf Utara Medan atau Utara yang sebenarnya lokasinya melintasi 5 Karvak…Diatas saya cantumkan Pendapat dari Bagian Pengolah Data Peta Satelit LAPAN INDERAJA (Lembaga Penerbangan dan Antariksa, Penginderaan Jauh Indonesia)”

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. yus

    kahaba kok makin tdk jelas ya, itu aja diberitakan analisa netizen di muat, emang komen mereka berkompoten pa gk? aneh benar nih kahaba. ilmu bodohnya pesawat jatuh pasti hancur, bangkainya brserakan tdk sperti yang ada dlm berita ini, emang gk ada sumber berita ampe postingan ndak jelas dijadikan berita oleh kahaba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *