Hari Kebebasan Pers, JANGAN BUNGKAM JURNALIS!

Mataram, Kahaba.- Memperingati hari Kebebasan Pers Internasional, puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram menggelar aksi, Selasa (3/5). Aksi dimulai dengan Long March mulai jam 09.30 Wita di Taman Sangkareang, menuju ke arah timur menuju Kantor Gubernur NTB.

Demo Hari Kebebasan Pers Internasional

Demo Hari Kebebasan Pers Internasional

Selain orasi secara bergantian, massa aksi juga menggelar teatrikal yang diperankan dari Mahasiswa Universitas Muhammdiyah Mataram. Pesan yang disampaikan terangkai, mulai peringatan Hari Buruh, seperti penindasan terhadap buruh, kemudian Hardiknas dengan carut marutnya pendidikan dan Hari Kebebasan Pers Internasional dengan pesan pengekangan karya jurnalistik, media dibawah ancaman intervensi penguasa, pengusaha, ormas dan premanisme.

Ketua AJI Mataram, Fitri Rachmawati mengatakan, 3 Mei menjadi hari untuk mendorong inisiatif publik untuk turut memerjuangkan kemerdekaan pers. Hari Kebebasan Pers Sedunia juga menjadi momentum untuk mengingatkan pemerintah untuk menghormati komitmennya terhadap kemerdekaan pers.

“Kebebasan Pers adalah garis tegas bagi kita untuk terus berada di garis paling depan dalam menyuarakan kebenaran, mengawal kebijakan pemerintah, memperjuangkan hak kaum tertindas dan tentu saja memperjuangkan kebebasan pers yang hakiki,” tegasnya.

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap masih adanya ancaman serius pada kemerdekaan pers,  AJI Mataram dan Koalisi Wartawan Mataram menyerukan dan mendesak kepada seluruh jajaran aparat Pemerintah di NTB, Pimpinan Partai Politik,  Ormas, juga para pengusaha untuk bersama-sama menghormati kemerdekaan pers, dengan tidak mengintervensi ruang redaksi, agar hak publik memperoleh informasi yang sehat dan cerdas dapat terpenuhi.

Kemudian, mendesak aparat keamanan untuk lebih serius memberikan jaminan keamanan kepada jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik. Mendesak aparat keamanan untuk mengungkap kasus pembunuhan jurnalis Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin dan kasus-kasus pembunuhan jurnalis lainnya, yang menjadi simbul keseriusan negara menjamin kemerdekaan pers.

“Kami juga menyerukan kepada kalangan jurnalis, pekerja media untuk terus bekerja secara profesional, beretika dan menolak untuk dibungkam. Menyerukan kepada segenap elemen masyarakat yang peduli akan kemerdekaan pers untuk bahu membahu bersama melawan musuh-musuh kemerdekaan pers,” katanya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *