Ini Produk Lokal yang Dijual di STIE Expo 2016

Kota Bima, Kahaba.- STIE Expo 2016 menjual beragam produk lokal. Produk yang dikemas sedemikian menarik itu berasal dari lokasi tempat KKN mahasiswa setempat. Tidak hanya beragam kuliner, mahasiswa di masing – masing stan juga memasarkan beragam kerajinan. (Baca. STIE Expo Digelar, Firdaus: Kami Ada untuk Kejayaan Ekonomi Daerah)

Sejumlah Produk lokal yang dipasarkan di STIE Expo. Foto: Bin

Sejumlah Produk lokal yang dipasarkan di STIE Expo. Foto: Bin

Seperti pada Stan 1 yang KKN di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima memasarkan produk kuliner seperti Sate Singkong, Pisang Krispi, Jagung Bakar Aneka Rasa, Tarekli, Kahangga dan Madu Asli Wawo. Sementara kerajinannya, seperti Tenunan Khas Bima, Kerajinan Asbak, Uma Lengge Miniatur.

Stan 2, mahasiswa yang KKN di Lingkungan Toloweri Kelurahan Nungga Kota Bima menjual kuliner khas Bima seperti Pisang Saleh, Jagung Marning, Pisang Keju. Kemudian kerajinan tangan, Lampion, Keranjang dari ban bekas, tenunan.

Kemudian pada Stan 3, yang KKN di Kelurahan Nitu Kota Bima, produk unggulan yang dipasarkan yakni Kripik Singkong, Tape dan Kacang serta tenun khas Nitu.

Stan 4, yang KKN Desa Ragi Kecamatan Belo, memperkenalkan makanan khas Ragi, Labu dibuat Bolu, Bolu Singkong, Puding Labu. Sementara karya seni dari warga setempat seperti Lukisan, Kaligrafi dan Lampion juga dipasarkan.

Stan 5, mahasiswa dan mahasiswi yang KKN di Desa Donggobolo, memasarkan kuliner khas bandeng, seperti Krupuk Bandeng, Krupuk Balado Bandeng, Salome bandeng, Jus Timun, Kripik Sawi.

Salah satu kelompok KKN STIE pose bersama di stan produk. Foto: Bin

Salah satu kelompok KKN STIE pose bersama di stan produk. Foto: Bin

Pada Stan 6, yang melaksanakan KKN di Desa Ndano Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima memasarkan Bolu, Susu Kuda Liar, Arunggina, Saroja, serta Lukisan warga Desa Ndano.

Stan 7, yang KKN di Desa Sera Kapi Kecamatan Woja Kabupaten Dompu memasarkan produk unggulan seperti Kripik Singgoser, Kalempe Serakampi, Timbu, Susu Kuda Liar, Rujak Serut, dan kerajinan Gelas Songga.

Tak ketinggalan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE juga ambil bagian memasarkan produk seperti tanaman hias, Minasarua, kerajinan tangan seperti sandal,  berbagai macam minuman.

Ketua Panitia STIE Expo Mistar mengaku, mahasiswa yang melaksanakan KKN memang diminta untuk bisa menggali potensi usaha yang ada di lokasi KKN. Tidak hanya kuliner, kerajinan yang memiliki nilai jual juga diminta untuk dipamerkan di STIE Expo.

Tujuannya, kata dia, tentu untuk diperkenalkan kepada masyarakat, bahwa di masing – masing daerah di Bima memiliki produk unggulan dan layak untuk dibeli.

“Kami berharap, semangat menjadi pengusaha muda tidak hanya saat menjadi mahasiswa. Tapi juga bisa dilanjutkan setelah menjadi Alumni STIE Bima. Menjadi pengusaha sukses dan mendorong kejayaan ekonomi daerah,” harapnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *