Kades Oi Bura Rencana Terbitkan Perdes Toleransi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Desa (Kades) Oi Bura Kecamatan Tambora, Wahyudin berencana akan menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) Toleransi dalam waktu dekat ini. Kebijakan ini sebagai upaya untuk menjaga dan mempertahankan keragaman budaya maupun toleransi antar umat beragama di Lereng Gunung Tambora.

Kades Oi Bura Kecamatan Tambora, Wahyudin. Foto: Ady

Kades Oi Bura Kecamatan Tambora, Wahyudin. Foto: Ady

Pernyataan ini disampaikan Wahyudin disela pembukaan kegiatan ‘Bina Usah Lokal dan Kirab Potensi Desa’ yang digelar Lakpesdam NU Kabupaten Bima, akhir pekan kemarin.

“Kita tidak ingin ada pihak luar yang mencoba merusak toleransi yang telah lama terjalin di Oi Bura. Karena itu, kami berencana akan segera menerbitkan Perdes Toleransi,” kata Wahyudin.

Menurut Kades dua periode ini, keragaman budaya, adat istiadat dan agama di Oi Bura telah ada jauh sebelum desa terbentuk. Sebagian besar merupakan warga transmigran dari Lombok, Bali, NTT, Bima.

“Hampir semua agama besar ada di desa kami. Mulai dari Islam, Hindu, Katolik, Protestan dan Budha. Ini merupakan kekayaan tak ternilai yang harus dijaga dan dirawat bersama,” kata dia.

Selama ini lanjutnya, semua warga multi etnis di desanya hidup rukun dan menjaga toleransi antar satu sama lain. Kalaupun ada persoalan, hanya dari upaya pihak luar yang tidak senang untuk merusak tatanan itu dan warga cepat menyelesaikannya.

Karenanya kata Wahyudin, agar kerukunan itu tetap terjaga, perlu ada kebijakan dari Pemerintah Desa sebagai bentuk komitmen bersama dari masyarakat untuk saling menghormati.

“Misalnya ketika ada hari raya warga Muslim, umat lain menghormati. Begitu pula ketika ada natalan dan nyepi, warga dari umat lain juga demikian. Serta ketika ada persoalan ada penyelesaian di tingkat komunitas adat dulu,” tandasnya.

*Ady   

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *