Perancang Busana Nasional Tertarik Garap Motif Tenun Bima

Kota Bima – Kahaba- Kerajinan tangan tenunan khas asal Bima ternyata mampu menjadi komoditas utama dan menjadi daya tarik bagi perancang busana nasional. Salah satunya adalah Stefanus Hany, perancang nasional yang secara langsung menyatakan ketertarikannya terhadap tenunan Bima dan berencana akan menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang akan dilaksanakan di Kota Bima pada beberapa bulan ke depan.

Salah satu corak tenun Bima yang mampu memikat perancang busana nasional

Informasi tersebut ungkapkan oleh Dewan Pembina Asosiasi Kelompok Tenun Kota Bima, Hj. Yani Marlina HM. Qurais Saat ditemui oleh media dalam kegiatan dengan kelompok tenun Kelurahan Oi Fo’o dan kelurahan Nitu. Hj. Yani mengakui, sudah setahun ini dirinya telah melakukan promosi karya tenun Bima di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Jakarta. “Dua hari yang lalu saya ke Jakarta dan membawa tenunan Bima. Alhamdulillah, mendapat perhatian dari perancang nasional Stefanus Hany,” ujarnya, Sabtu (8/9).

Dia juga mengaku, dengan ketertarikan Stefanus terhadap hasil tenunan Bima, pada acara Apeksi mendatang berencana untuk hadir dan ingin melihat secara langsung proses produksi tenunan Bima itu. “Ini merupakan salah satu kebanggaan tersendiri untuk kita. Semoga saja setelah kembalinya nanti dari Kota Bima, tenun daerah kita akan semakin dikenal dan dilirik oleh para pemerhati fashion,” ungkapnya.

Menurut ia, untuk mengembangkan tenunan di Kota Bima, pihaknya berjanji akan tetap memberikan perhatian penuh untuk para penenun. Salah satu langkah yang diupayakan adalah terus memberikan pelatihan, pendampingan dan juga bantuan alat tenun, tujuannya agar lebih profesional. “Ini telah menjadi kewajiban kami. Tentunya secara bersama-sama kami akan membantu hingga ke pemasarannya,” ujarnya. Bahkan, untuk memudahkan kegiatan pemasaran, pihaknya juga berencana akan memberikan bantuan benang tenun, kemudian membeli tenunan dengan harga yang pantas, untuk selanjutnya dipasarkan lagi. [BS]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *