KUA Kota Bima Mulai Terapkan Layanan e-Monev

Kota Bima, Kahaba.- Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB saat ini mulai menerapkan penggunaan layanan elektronik Monitoring-Evaluasi (e-Monev) pada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), termasuk di Kota Bima. Aplikasi ini akan memudahkan penyimpanan data dan monitoring kinerja.

Kasi Kepenghuluan dan KUA Bidang Bimas Islam Kemenag Provinsi NTB, H Laman. Foto: Ady

Kasi Kepenghuluan dan KUA Bidang Bimas Islam Kemenag Provinsi NTB, H Laman. Foto: Ady

Kasi Kepenghuluan dan KUA Bidang Bimas Islam Kemenag Provinsi NTB, H Laman menjelaskan, penerapan aplikasi layanan e-Monev merupakan program nasional. Melalui aplikasi ini Kepala KUA akan bisa termonitor, baik dari sisi kinerja, data-tanya, termasuk kehadiran Kepala KUA bisa terlacak.

“Aplikasi ini sederhana, tidak memerlukan server belasan juta. Ini cukup menggunakan handphone android yang memang sudah dimiliki sebagian besar Kepala KUA,” jelasnya.

Di Provinsi NTB kata dia, dari 115 KUA sudah mulai menerapkan semuanya walaupun belum ada data real yang tercatat. Sebab, sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut baru seminggu dilakukan. Pihaknya telah mengumpulkan Kepala Binmas Islam dan Kepala KUA hingga belasan juta.

Untuk adaptasi penggunaan android itu lanjutnya, menjadi tugas Kemenag NTB untuk terus mendorong dan memotivasi para Kepala KUA. Karena biasanya kalau sudah sesepuh, Kepala KUA cenderung lebih menyerahkan kepada operator.

“Nah itu yang tidak diharapkan. Karena nanti yang akan bertanggungjawab terhadap data itu yang terinput diaplikasi itu adalah Kepala KUA,” tuturnya.

Melalui aplikasi ini juga kinerja sambungnya, Kepala KUA seluruh daerah di NTB bisa dinilai. Artinya Kepala KUA diharuskan bisa. Pihaknya bisa memaklumi untuk tahap awal, tapi kalau dengan proses yang sederhana ini kemudian tidak mau maka nanti akan ada evaluasi.

Bimtek layanan e-Monev KUA di Kemenag Kota Bima. Foto: Ady

Bimtek layanan e-Monev KUA di Kemenag Kota Bima. Foto: Ady

Adapun jenis data yang bisa diinput dalam aplikasi terangnya, mulai dari peristiwa nikah, data penduduk di kecamatan, data jumlah masjid dan mushola. Jadi hampir semua data yang menjadi tugas KUA bisa diinput. Karena itu menurutnya, aplikasi tersebut sangat-sangat membantu.

“Pak Kasi Kemenag misalnya, tiba-tiba diundang rapat di Pemda sementara untuk cari data kan butuh proses. Nanti tidak perlu telpon staf kantor lagi, tetapi cukup dengan membuka aplikasi ini sudah terbaca.

H Laman menambahkan, aplikasi tersebut hanya bisa dibuka oleh orang yang menginput saja sehingga keamanannya terjaga. Dalam hal ini, pihaknya mengharuskan penginput data itu adalah Kepala KUA.

Sementara itu, Kasi Binmas Kemenag Kota Bima, Eka Iskandar menyambut baik dan mendukung adanya penerapan layanan e-Monev KUA tersebut. Menurut dia, aplikasi tersebut sangat membantu tugas KUA karena semua kebutuhan data maupun informasi bisa tersimpan rapi dan bisa dibuka kapan saja.

“Kalau saya katakan ini wajib ada dan wajib dilaksanakan. Kita akan manfaatkan sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya. Karena paradigma kita sebelumnya, melakukan monev secara fisik harus turun ke lapangan,” ujarnya.

Dirinya berharap, pekan depan semua KUA sudah menerapkan layanan aplikasi tersebut. Apabila 5 KUA sudah terlaksana, maka Kota Bima penerapannya bisa 100 persen. Terkait kendala soal handphone android, Ia yakin itu bisa diatasi karena Kepala KUA memiliki anggaran yang mendukung untuk membeli android.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *