Oxfam Evaluasi Program di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Richard Simpson hadir di Kantor Walikota Bima bersama perwakilan Oxfam Indonesia didampingi Ketua LP2DER Bima Ir. Bambang Yusuf, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bima H. Anwar Arman, dan jajaran BPBD Kota Bima, Jumat (10/2).

Walikota Bima saat menerima kunjungan dari Oxfam. Foto: Hum

Rombongan tersebut diterima Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin di ruang kerjanya, bersama sejumlah pimpinan FKPD dan Plt. Sekda Kota Bima, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, serta Kepala Bappeda Kota Bima.

Salah satu tujuan kedatangan tim Oxfam adalah untuk mengevaluasi keberhasilan program pembangunan kapasitas masyarakat menghadapi bencana, yang telah diinisiasi oleh Oxfam sejak tahun 2013.

Menurut Richard, salah satu langkah yang sangat penting dari upaya membangun ketangguhan menghadapi bencana adalah pembangunan kapasitas masyarakat. Karena umumnya penanganan bencana di banyak tempat menitikberatkan pada pemulihan infrastruktur. Padahal yang tidak kalah pentingnya adalah pemulihan kondisi psikologis masyarakat.

“Di sinilah program pembangunan kapasitas masyarakat berperan,” kata Richard melalui siaran pers yang disampaikan Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin.

Ia juga menyampaikan, berdasarkan yang dipelajarinya tentang kondisi geografis Kota Bima yang terletak di kawasan muara, potensi banjir akan selalu ada terutama dalam kondisi curah hujan ekstrim seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Selain berusaha meminimalisir potensi banjir besar, tindakan kedepan sebaiknya diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin sigap dan tangguh dalam menghadapi kemungkinan banjir tersebut,” sarannya.

Pada kesempatan itu, Walikota menyatakan hal tersebut memang sangat penting. Dijelaskannya bahwa Pemerintah Kota Bima sekarang sedang melakukan normalisasi drainase dan sungai. Normalisasi sungai akan diawali dengan relokasi rumah yang dibangun di bantaran sungai. Saat ini para Camat dan Lurah diarahkan untuk terus melakukan pendekatan kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar bersedia direlokasi.

Sementara itu penguatan kapasitas masyarakat akan terus dilaksanakan, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk NGO, organisasi maupun komunitas dan pihak perguruan tinggi.

Walikota juga mengucapkan terima kasih atas keberadaan Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) yang diinisiasi oleh Oxfam sebagai bagian dari program pembangunan kapasitas masyarakat. Keberadaan TSBK dinilai sangat membantu pada saat kejadian banjir, terutama dalam proses penyampaian peringatan dini serta evakuasi, juga selama masa tanggap darurat.

“Ini menjadi indikator bahwa program pembangunan kapasitas masyarakat dari Oxfam telah berhasil. Untuk itu kami sampaikan terima kasih,” kata Walikota.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *