Dipanggil Dewan, BKD Enggan Sebut Data Tenaga Honor

Kota Bima, Kahaba.- Menindaklanjuti banyaknya tenaga honor baru yang masuk dibeberapa SKPD lingkup Pemerintah Kota Bima, BKD Rabu (22/2) menghadiri panggilan Komisi I DPRD Kota Bima untuk klarifikasi. (Baca. Banyak Tenaga Honor Baru, BKD Segera Ambil Sikap)

Pertemuan Komisi I DPRD Kota Bima dan BKD membahas soal tenaga honor baru. Foto: Bin

Pada pertemuan itu, kepala BKD Kota Bima tidak terlihat hadir. Dari BKD hanya diwakili oleh dua orang pejabat setempat. (Baca. Banyak Pegawai Honor Baru, Komisi I Panggil BKD)

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Taufik HA. Karim yang memimpin pertemuan itu menanyakan soal fenomena banyaknya tenaga honor baru yang masuk di beberapa SKPD. Dirinya juga menanyakan tugas dinas tersebut melakukan pengawasan, sehingga terkesan ada pembiaran munculnya tenaga honor baru.

Pada kesempatan menyampaikan klarifikasi, pejabat BKD tersebut tidak bisa memberikan kejelasan karena kewenangan untuk menyampaikannya adalah Kepala BKD. Pertemuan tersebut pun akhirnya tidak bisa dilanjutkan dan ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan.

Taufik yang diwawancarai usai pertemuan menyesalkan sikap kepala BKD Kota Bima yang tidak hadir untuk menyampaikan klarifikasi soal tenaga honor baru tersebut.

“Kepala BKD mestinya hadir. Anak buahnya juga tidak bisa menyampaikan klarifikasi masalah ini,” sesalnya.

Saat ditanya soal data jumlah tenaga honor yang lama dan baru sambung Taufik, pejabat BKD yang hadir juga tidak bisa menunjukannya.

“Mereka tidak mau menunjukan datanya karena itu urusan kepala BKD. Ini kan aneh sekali, untuk apa mereka datang kalau tidak bisa memberikan klarifikasi,” sorot Taufik.

Pihaknya kata Taufik, secepatnya akan kembali mengundang kepala BKD untuk klarifikasi soal itu. Biar ada kejelasan soal jumlah tenaga honor baru.

“Secepatnya lah kita undang. Soal tenaga honor baru ini sudah sangat meresahkan,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *