Dinas PPPA dan BPBD Gelar Workshop APIFA

Kota Bima, Kahaba.- Plt. Sekda Kota Bima Mukhtar Landa membuka secara resmi kegiatan Workshop Program Adaptasi Perubahan Iklim Fokus Anak (APIFA) yang dilaksanakan atas kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bima dengan Institut Pertanian Bogor.

Foto bersama usai Workshop APIFA. Foto: Hum

Workshop dilaksanakan di aula kantor BPBD, Kamis (30/3), diikuti 25 peserta antara lain dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kota Bima terkait Kota Layak Anak, BPS Kota Bima, BMKG Bima, Forum Anak Bima, Lembaga Pengembangan Partisipasi Demokrasi dan Ekonomi Rakyat (LP2DER), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), PMI, gabungan organisasi wanita, kepala sekolah dan pelajar.

Ketua Tim Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas MIPA IPB Ferdinan dan pakar Agroklimat, Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Modelling Sumberdaya Alam IPB Yon Sugiarto, menjadi narasumber. Masing-masing menyampaikan materi Pemanfaatan Metode Child Centered Climate Change Risk Assesment (C4RA) Wilayah Kota Bima dan Pemetaan Kebutuhan Penyusunan Pedoman C4RA, Komponen atau Kebutuhan Berdasarkan Kelompok Masyarakat dan Pemerintah.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas PPPA Kota Bima M. Nor A. Majid, APIFA merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melalui Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak. Serangkaian persiapan implementasi APIFA telah dilaksanakan diberbagai daerah diseluruh Indonesia sejak bulan Agustus 2016.

Salah satu hasil yang ingin dicapai dalam pelaksanaan program APIFA di daerah adalah dukungan dari elemen daerah lintas OPD dalam pemanfaatan metode C4RA dalam mendukung Kota Layak Anak.

“Dengan berbagai pertimbangan termasuk kaitannya dengan Kota Layak Anak, Kota Bima telah dipilih menjadi salah satu lokasi untuk pilot project program APIFA. Sebagai inisiasi awal, saat ini metode C4RA telah disimulasikan untuk Kota Bima dan menghasilkan pemetaan kerentanan dan risiko bencana terkait iklim dengan fokus anak,” paparnya.

Plt. Sekda menyampaikan ucapan terimakasih atas dipilihnya Kota Bima sebagai salah satu pilot project program APIFA. Telah banyak efek perubahan iklim yang berdampak langsung pada kesejahteraan maupun kesehatan anak. Misalnya kemarau yang berkepanjangan menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran hutan. Akibatnya ribuan anak menderita infeksi saluran pernapasan akut.

“Contoh lain adalah curah hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus menjadi salah satu faktor penyebab banjir yang menghambat anak-anak melaksanakan aktivitas normalnya. Itu juga yang terjadi di Kota Bima, akibat banjir puluhan sekolah terdampak sehingga anak-anak terampas haknya untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar,” jelasnya.

Kegiatan workshop ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk duduk bersama dan memperkuat koordinasi untuk implementasi program APIFA, karena program ini bersifat lintas sektor dan lembaga. Didalamnya ada unsur pengurangan risiko bencana, lingkungan hidup, sosial, pendidikan, linmas serta pihak NGO sebagai mitra yang akan mengisi celah-celah yang luput dijangkau pemerintah.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *