Dampingi Subhan, Kontraktor Muda Ini Gantikan Iman

Kota Bima, Kahaba.- Niat Subhan M Noer untuk berkompetisi pada Pilkada Kota Bima 2018 tak berhenti lantaran gagal berpasangan dengan Iman Suryo Wibowo. Subhan rupanya sudah menyiapkan langkah kejutan dengan kembali meminang seorang kontraktor muda sebagai pengganti Bos Ulet Jaya.

Subhan-Hasan saat menggelar konferensi pers. Foto: Ady

Figur Bakal Calon Wakil Walikota Bima yang akan mendampingi Subhan itu adalah Hasanudin MT. Dia merupakan Kontraktor asal Kelurahan Na’e Kota Bima, juga menjabat Ketua DPW Partai Kemajuan NTB. Sebuah partai baru yang masih menjalani proses verifikasi dari KPU.

Pengumuman pendamping barunya ini, disampaikan Subhan di kediamannya Selasa (11/4) siang. Hasanudin ikut hadir di tengah relawan, tim sukses dan sejumlah warga untuk memperkenalkan diri.

“Disela ujian itu, saya dan Hasanudin sepakat untuk maju di Pilkada Kota Bima. Beliau ini bukan orang baru, tetapi sudah saya kenal sudah lama. Beliau di Kelurahan Na’e dan sekarang tinggal di Perumahan Gindi,” terang Subhan mengenalkan pendampingnya.

Subhan mengaku, tidak begitu sulit menjalin komunikasi dengan Hasanudin karena tawarannya langsung diterima dengan baik. Dalam waktu singkat, Ia dan Hasanudin pun sudah mengarah pada diskusi soal persiapan untuk maju pada Pilkada Kota Bima.

“Alhamdulillah, kami sudah bicarakan persiapan apa saja untuk maju nanti. Kami sepakat menggunakan nama sebagai singkatan paket, yakni Subhan-Hasan,” jelasnya.

Dirinya tetap pada pilihan awal akan maju menggunakan jalur perseorangan berdampingan dengan Hasanudin. Penggalangan dukungan berupa KTP masih terus dilakukan sebagai syarat pencalonan.

Sebagai pusat konsentrasi segala aktivitas, Sekretariat Koalisi Merah Putih di Kelurahan Paruga masih tetap digunakan kendati tidak berpasangan lagi dengan Iman. “Amanat Pak Iman tetap diijinkan untuk menggunakan sekretariat,” ujarnya.

Sementara itu, Hasanudin menegaskan sudah memantapkan pilihan siap lahir dan batin untuk mendampingi Ketua DPC Partai Barkarya Kota Bima tersebut di Pilkada 2018.

Komunikasi dengan Subhan kata dia, baru terbangun dua hari lalu saat masih di Mataram. Hanya dalam waktu singkat Ia langsung memutuskan siap, karena baginya ini pilihan positif.

“Saya menerima dengan hati yang dingin dan kepala yang tenang. Saya bismillah dan putuskan,” akunya.

Diakhir penyampaiannya, Hasanudin mengisahkan perjalanan kehidupannya hingga sampai pada titik kesuksesan seperti saat ini. Ia pernah merantau ke Pulau Jawa sampai 16 tahun. Baru kembali ke NTB pada Tahun 2006 silam. Banyak suka-duka dan pahit-getir kehidupan Ia jalani. Mulai dari menjual nasi goreng hingga belajar memasarkan produk di sebuah perusahaan marketing.

Perlahan Ia mulai merasakan perubahan hidup sebagai buah dari kerja keras tersebut seperti saat ini. Beberapa proyek besar di bidang konstruksi dan jasa Ia tangani di Propinsi NTB.

Hasanudin mengajak kepada relawan, tim dan masyarakat yang hadir untuk kembali menyatukan satu pendapat, energi baru dan semangat baru melanjutkan niat baik maupun cita-cita besar Subhan membangun Kota Bima.

“Menurut saya, ini merupakan amanah dan rahmat. Saya dengan Pak Subhan punya karakter yang sama. Setelah saya lihat visi-misinya, beliau merupakan figur yang tepat,” kata dia.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *