Pemuda Bolo Desak Pemerintah Serius Perhatikan Kesejahteraan Petani

Kabupaten Bima, Kahaba.- Memperingati Hari Tani Nasional, puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda (ALPA) Bima menggelar aksi di Cabang  Donggo, Rabu (27/9). Massa mendesak pemerintah untuk serius memperhatikan petani untuk kesejahteraan yang lebih baik.

Pemuda Bolo saat aksi di Cabang Donggo. Foto: Yadien

Koordinator Aksi Irwandi saat menyampaikan orasi menjelaskan, Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar daratannya lahan produktif. Siapapun yang mengelolanya akan sejahtera. Namun, kondisi ini bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi. Malah, masyarakat petani menjadi miskin karena adanya konspirasi korupsi di bidang pertanian.

Menurut dia, sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Indonesia tidak kalah saing dengan yang ada di Thailand. Lalu mengapa Thailand bisa maju di bidang pertanian, sementara Indonesia masyarakat petaninya semakin melarat.

“Menurut kami karena ada penerapan sistem yang salah. Maka perbaiki sitemnya dan singkirkan para koruptor-koruptor yang menyensarakan rakyat petani. Kesejahteraan petani adalah harga mati,” tegasnya.

Untuk itu, massa demontran menuntut agar pemerintah menetapkan harga standa tinggi untuk hasil pertanian. Selain itu, pemerintah diminta untuk tertibkan pendistribusian bibit dan pupuk yang terindikasi ada konspirasi terselubung saat penyaluran.

Massa demonstran juga mendesak pemerintah agar segera memenjarakan oknum-oknum yang bermain-main dengan bibit bantuan dan pupuk subsidi bagi rakyat.

“Kami juga meminta agar pemerintah segera menyelesaikan sengketa perampasan tanah masyarakat yang dilakukan oleh PT Sanggar Agro,” pintanya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *