Antisipasi Aksi Teror, Bakesbangpol Rencana Razia KTP

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), berencana menggelar razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada masyarakat Kota Bima. Tujuannya, untuk mengantisipasi adanya aksi teror yang sering terjadi di Kota Bima. Seperti dua insiden penembakan anggota Polres Bima Kota akhir Bulan September lalu.

Sekretaris Bakesbangpol Kota Bima, Muhammad Farid (tengah). Foto, Erik

“Tujuan razia ini, juga untuk melihat keberadaan penduduk asli Kota Bima. Karena dikuatirkan yang melakukan aksi teror selama ini justru oknum warga di luar wilayah Kota Bima,” kata Sekretaris Bakesbangpol Kota Bima, Muhammad Farid, Senin (2/10).

Maka untuk mengantisipasi teror lanjutan, kata Mantan Sekretaris BPPKB ini, upaya yang dilakukan pemerintah salah satunya melalui razia KTP. Agenda ini akan dilakukan secara berkala dan terus menerus untuk menjaga kondisifitas daerah.

“Bakesbangpol merupakan bagian dari mata pemerintah daerah, untuk memantau dan melaporkan kondisi setiap waktu kepada lembaga terkait demi menjaga kamtibmas,” jelasnya.

Mengenai kapan mulai rencana aksi, Farid mengaku, saat ini pihaknya masih merumuskan. Karena harus melalui rapat koordinasi dengan stakeholder, sehingga komunikasi saat aksi di lapangan dapat berjalan dengan baik.

“Kami akan rumuskan terlebih dahulu, sehingga jadwal kegiatan aksi tersusun dengan baik,” ujarnya.

Kemudian terkait siapa saja pihak yang akan turut terlibat dalam pengamanan kondusifitas daerah, Bakesbagpol siap bekerjasama dengan seluruh elemen dan lembaga, termasuk TNI, Polri, Sat Pol-PP dan pihak kelurahan.

“Mengamankan wilayah adalah tugas bersama, untuk itu mari kita terus tingkatkan koordinasi dan komunikasi demi menjaga keamanan daerah,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *