Aksi Damai di Kantor Bupati Bima, Puluhan Guru Ancam Mogok Mengajar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Memerotes masalah pengangkatan 100 orang Guru Tidak Tetap (GTT) untuk daerah terpencil yang sudah di SK-kan oleh Bupati Bima. Puluhan insan pendidik yang bernaung dibawah PGRI Kabupaten Bima menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bima, Kamis (5/10).

Guru guru saat mendatangi kantor Bupati Bima. Foto: Deno

Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait pengangkatan GTT di daerah terpencil yang dinilai tidak prosedural.

Sekretaris PGRI Khaerunas menyampaikan, PGRI menggelar aksi damai untuk mempertanyakan polemik rekruitmen GTT daerah terpencil yang dinilai bermasalah. Untuk itu, pihaknya meminta penjelasan dari instansi terkait yakni BKD dan Dikbudpora Kabupaten Bima soal pengangkatan GTT dimaksud.

“Kami menilai mekanisme rekruitmen dan pengangkatan GTT sebanyak 100 orang itu diduga tidak prosedural dan terkesan dipaksakan,” paparnya di depan kantor Bupati Bima.

Pria yang juga kepala SMPN 3 Woha itu menagku, selain menyoroti persoalan GTT,  jajaran PGRI juga menyampaikan persoalan lain di dunia pendidikan yaitu masalah tunjangan fungsional guru non PNS dan terpencil belum dibayar, meski sudah di SPJ sejak bulan Juni lalu.

“Tunjangan profesi guru non PNS tidak dibayar selama 6 bulan, ada juga yang 12 bulan bahkan ada yang hingga 18 bulan,” sorotnya.

Pihaknya pun mengancam jika tuntutan mereka tidak diindahkan, mereka berencana akan menggelar aksi besar-besaran dan mogok mengajar selama 29 hari.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *