Selamat, Gunung Tambora Ditetapkan Jadi Geopark Nasional

Mataram, Kahaba.- Komitmen pemerintah Provinsi NTB, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu menjadikan Kawasan Gunung Tambora menjadi Geopark Nasional terwujud. Kesuksesan itu menjadi salah satu kado istimewa HUT NTB pada 17 Desember mendatang. (Baca. Ini Alasan Mengapa Taman Nasional Tambora Jadi Geopark Nasional)

Gunung Tambora. Foto: Istimewa

“Keberhasilan menjadikan Geopark Gunung Tambora (GGT) sebagai Geopark Nasional adalah kado ulang Tahun ke 59 Provinsi NTB pada 17 Desember 2017 nanti,” tegas Kepala Bappeda Provinsi NTB, Ridwan Syah dikutip dari rilis Tim Geopark Tambora, Mukmin, Senin (27/11) siang.

Menurut General Manage (GM) GGT ini, komitmen bersama antara pemerintah daerah menjadi bukti kesungguhan dalam membangun kawasan menjadi GGT. Point penting lainnya adalah komitmen penuh dari Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi serta jajaran Pemerintah Provinsi NTB, dukungan kuat dari pemerintah Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu serta seluruh masyarakat.

Selain komitmen Pemda lanjutnya, potensi alam Gunung Tambora juga menjadi syarat wajib. Kawasan Gunung Tambora tidak hanya memiliki potensi keragaman geologi yang luar biasa, tetapi juga potensi keragaman hayati dan keragaman budaya.

“Tidak hanya menjadi Geopark Nasional, ke depan kita akan dorong Tambora menyusul Geopark Rinjani menjadi Unesco Global Geopark,” tegas pria asal Kabupaten Dompu ini.

Berkat potensi dan kegigihan Pemda dalam melengkapi semua persyaratan, kini geopark yang memiliki tagline “the most historical erruption in th world” resmi.menyandang status sebagai Geopark Nasional.

Penetapan GGT menjadi Geopark Nasional ditandai penyerahan sertifikat dari Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI). Sertifikat diserahkan Deputi Bidang SDA Kemenko Bidang Kemaritiman, Syafri Burhanuddin, dalam rangkaian acara Seminar Nasional dan Festival Geopark II Pulau Belitong Provinsi Bangka Belitung 24 November 2017 lalu.

“Alhamdulilah. Setelah perjuangan selama kurang lebih dua tahun lamanya, sejak digagas pertama kali pada tahun 2014, akhirnya Gunung Tambora kemarin Jumat 24 November 2017 resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional,” ujarnya.

Sertifikat tersebut sambungnya, tidak diperoleh tanpa keringat dan perjuangan. Melainkan didahului berbagai proses. Untuk menjadi Geopark Nasional, GGT telah melewati proses seleksi yang cukup panjang dari tim penilai baik unsur Kementerian, perwakilan UNESCO dan sejumlah pakar Geopark.

Awal mula, Dokumen Usulan (Dossier) GGT mulai diajukan 2 tahun lalu. Selain itu, Pemda juga terus melakukan proses pemantapan dan pengolahan secara maksimal. Sehingga pada 31 Oktober 2017 diundang untuk melakukan presentase di Jakarta.

“Setelah presentase di Jakarta, selanjutnya kami menerima kunjungan lapangan tim assesor Badan Geologi pada 10-12 November 2017 yang lalu. Dan sekarang kita kantongi hasil yang sangat memuaskan,” ujarnya.

Melihat kelengkapan dokumen dan pemantapan lapangan yang dilakukan, Ridwan mengaku sejak awal sangat optimis Gunung Tambora akan menjadi Geopark Nasional. “Apabila potensi ini kita kelola dengan baik, akan membawa manfaat yang luar biasa bagi masyarakat setempat,” yakinnya.

Keberadaan GGT kata dia, tidak hanya konsen dalam konservasi dan edukasi. Namun juga dalam rangka menyejahterakan dan menumbuhkan  ekonomi lokal. “Peningkatan ekonomi masyarakat misalnya melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis kegiatan ecotourism dan agrowisata,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain Tambora, KNGI juga menetapkan empat geopark Nasional yang baru yaitu Geopark Raja Ampat (Papua Barat), Geopark Danau Toba, Geopark Belitong dan Geopark Bojonegoro.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *